Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 21:23 WIB

Kaltim Masuk 3 Besar Provinsi Paling Overwork dengan Jam Kerja 10 Jam Sehari

Kaltim Masuk 3 Besar Provinsi Paling Overwork dengan Jam Kerja 10 Jam SehariIlustrasi Overwork. (Foto: Hananeko_Studio/shutterstock.com)
KALTIM -
Kalimantan Timur (Kaltim) selama ini dikenal sebagai lumbung energi nasional yang kaya akan sumber daya alam.

Namun, di balik kemegahan ekonominya, tersimpan realita pahit yang harus dihadapi para pekerjanya.

Berdasarkan data terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, Kaltim resmi masuk dalam jajaran tiga besar provinsi paling overwork di Indonesia.

Data yang dirilis pada Jumat (23/1/2026) ini menunjukkan bahwa sebanyak 31,58% pekerja di Bumi Etam bekerja melebihi batas wajar yang ditetapkan pemerintah.

Alih-alih bekerja 8 jam sehari, sepertiga tenaga kerja di Kaltim justru menghabiskan waktu rata-rata 10 jam sehari atau lebih dari 49 jam per minggu di tempat kerja mereka.

Baca juga: Inilah Daftar Pasar Terbesar di Kaltim yang Jadi Pusat Grosir Antar Daerah

Fenomena jam kerja panjang ini tidak hanya menjadi masalah statistik, tetapi juga membebani kelompok usia paling produktif.

Secara nasional, BPS mencatat bahwa pekerja di rentang usia 35-44 tahun adalah kelompok yang paling banyak mengalami overwork, mencapai 9,5 juta orang.

Di Kaltim, tren ini sangat terasa di berbagai sektor lapangan kerja yang menuntut durasi operasional tinggi.

Kaltim hanya terpaut tipis dari tetangganya, Kalimantan Utara, yang mencatatkan angka 32,87%, serta Gorontalo yang berada di posisi puncak dengan 34,05%.

Angka-angka ini menegaskan bahwa intensitas kerja di wilayah Kalimantan Timur jauh melampaui rata-rata nasional, di mana secara total hanya sekitar 25,47% pekerja Indonesia yang bekerja di atas 49 jam seminggu.

Baca juga: Akses Wilayah 3T Kaltim Kian Mudah, Cek Rute Perintis dari Bandara Terdekat dari Samarinda



Meski tenaga kerja di Kaltim diperas dengan jam kerja yang lebih panjang, survei BPS juga mengungkap sisi kelam ketenagakerjaan lainnya, yakni rendahnya upah bersih di beberapa wilayah Indonesia.

Meski Kaltim tidak masuk dalam tiga terbawah upah rendah yang diisi oleh Lampung, Jawa Tengah, dan NTB dengan rata-rata di bawah Rp2,6 juta, tekanan inflasi di daerah kaya seperti Kaltim seringkali membuat beban kerja panjang tersebut tidak terasa sebanding dengan daya beli yang didapat.

Selain itu, tingginya jam kerja ini juga beririsan dengan masih banyaknya masyarakat yang bekerja di sektor informal.

Secara nasional, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi wadah terbesar pekerja informal yang jam kerjanya sering kali tidak teratur dan tanpa perlindungan hukum yang kuat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kaltim Masuk 3 Besar Provinsi Paling Overwork dengan Jam Kerja 10 Jam Sehari

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!