Sebanyak 150 stan kini memenuhi pusat perputaran ekonomi kerakyatan tersebut, setelah resmi dibuka oleh Wali Kota Samarinda, Dr. Andi Harun. (Foto: Muhajir/PPID Kota Samarinda)
KALTIM - Wisata Belanja Ramadan 1447H/2026 di halaman parkir GOR Segiri resmi berdenyut kembali.
Sebanyak 150 stan kini memenuhi pusat perputaran ekonomi kerakyatan tersebut, setelah resmi dibuka oleh Wali Kota Samarinda, Dr. Andi Harun, pada Jumat (20/2/2026).
Kegiatan yang telah menjadi tradisi selama puluhan tahun ini kembali membuktikan eksistensinya sebagai magnet ekonomi utama bagi para pelaku UMKM lokal selama bulan suci.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, melaporkan bahwa tahun ini antusiasme pedagang tetap tinggi.
Terhitung ada 100 stan khusus kuliner yang menyajikan aneka takjil dan makanan berat, serta 50 stan promosi yang ikut meramaikan area parkir GOR Segiri.
Baca juga: Gebrakan Dispora Kaltim: Siapkan 3.000 Layang-Layang untuk Pecahkan Rekor MURI di Langit Samarinda
Wali Kota Andi Harun menegaskan bahwa momentum ini adalah peluang besar bagi ekonomi masyarakat.
"Ini menjadi kesempatan bagi para pedagang UMKM dan pelaku ekonomi kerakyatan untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum yang penting dan menguntungkan," ujarnya.
Selain variasi produk yang melimpah, kenyamanan lokasi GOR Segiri menjadi alasan utama ribuan warga memadati tempat ini setiap harinya.
Andi Harun menyebutkan bahwa interaksi jual-beli di sini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan juga wadah silaturahmi warga Kota Tepian.
"Selain legend, memang variasinya yang menarik. Baik variasi lapak maupun hidangannya, pasti di sini lebih terasa nyaman. Dan yang paling utama, kita bisa bersilaturahmi di bulan yang penuh barokah ini,” tambahnya.
Baca juga: Lebih dari Sekadar Pers, Niaga.asia Buktikan Kepedulian Sosial Melalui CSR bagi Jemaah Samarinda
Guna memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan yang modern, Pemerintah Kota Samarinda bersama Bank Indonesia terus mendorong penggunaan QRIS di setiap stan.
Transformasi menuju era cashless (non-tunai) ini diharapkan dapat membuat transaksi menjadi lebih praktis, transparan, dan aman bagi pedagang maupun pembeli.
Andi Harun menceritakan bahwa pola transaksi digital ini sudah menjadi standar global, bahkan hingga di kafe-kafe kecil saat ia melakukan perjalanan umroh.
Ia mendorong para pedagang GOR Segiri untuk terus beradaptasi agar ekonomi kerakyatan Samarinda semakin kompetitif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Samarinda