KALTIM - Perhelatan akbar tahunan Kota Bontang, Bontang City Carnival (BCC) 2025, yang menjadi puncak rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang, disoroti terkait pelaksanaannya.
Meskipun sukses menarik partisipasi luas masyarakat, kendala waktu yang molor (terlambat) dan faktor cuaca hujan dinilai menjadi penghambat maksimalnya kualitas acara.
DPC Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kota Bontang, yang sangat mendukung penuh gelaran BCC sebagai ajang strategis bagi ekonomi kreatif dan UMKM, menyoroti pentingnya standar manajemen event yang lebih matang untuk agenda rutin tahunan sekelas BCC.
Ketua DPC Masata Kota Bontang, Eko Satrya, menjelaskan bahwa BCC memiliki peran signifikan dalam menciptakan nilai ekonomi transaksional bagi UMKM, menjadi ruang atraksi seni/budaya, serta menumbuhkan sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat dengan Pemerintah Kota Bontang.
Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan sebaik mungkin, apalagi melibatkan unsur Pentahelix (Pemerintah, Bisnis, Akademisi, Komunitas, dan Media).
"Perhelatan suatu event di luar ruangan (outdoor) memiliki perlakuan berbeda dibandingkan di dalam ruangan (indoor), apalagi jika jumlah partisipan dan massa yang terlibat sangat besar. Dibutuhkan energi, strategi, dan koordinasi yang ekstra mulai dari persiapan hingga selesainya acara," ujar Eko Satrya.
Ia mengakui, faktor manajemen waktu dan kondisi cuaca alam menjadi dua aspek utama yang memengaruhi kualitas dan kuantitas BCC 2025.
Keterlambatan membuat banyak peserta harus tampil hingga dini hari.
Meski demikian, Masata memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta.
Eko Satrya mengatakan, "Kami memberikan apresiasi dan penghargaan istimewa pada semua partisipan BCC yang tetap semangat dan ekspresif secara ‘Sapta Pesona’, terutama pada peserta yang tampil hingga pukul 01.30 WITA dini hari—luar biasa. Namun, faktor waktu molor dan hujan mengakibatkan gelaran BCC 2025 kurang maksimal. Semoga ke depannya, evaluasi ini akan mewujudkan BCC 2026 yang lebih presisi secara manajemen waktu, lebih inovatif secara atraksi, serta lebih antisipatif dan mitigatif terhadap kondisi cuaca."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung