KALTIM - Sebanyak 175 personel dikerahkan dan 11 posko disiagakan 24 jam untuk mengantisipasi lonjakan insiden kebakaran.
Damkar juga mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak menyalakan kembang api, terutama jenis air mancur, di kawasan padat penduduk.
Kepala Dinas Damkar Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada evaluasi pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana kembang api menjadi pemicu utama beberapa kebakaran.
"Dari beberapa kejadian tahun baru sebelumnya, ada anak-anak yang bermain kembang api dan air mancur. Beberapa kejadian terjadi di kawasan Agus Salim dan di Jalan Lambung, yang akhirnya menyebabkan kebakaran,” ungkap Hendra.
Baca juga: BI Kaltim Siapkan Rp4,8 Triliun Uang Kartal Sambut Nataru 2026
Hendra menekankan bahwa Damkar secara keras melarang penggunaan kembang api dan air mancur di sembarang tempat, khususnya yang berdekatan dengan material mudah terbakar, bangunan, atau kendaraan.
Larangan ini bertujuan mencegah terulangnya insiden yang sempat menimbulkan kepanikan warga.
Selain itu, ia juga menyoroti bahaya saat warga mencoba memadamkan api sendiri.
“Masyarakat sempat menangani sendiri dengan alat seadanya. Ini tentu berbahaya, karena bisa menyebabkan luka atau justru membuat api semakin membesar,” jelasnya.
Oleh karena itu, Damkar mengimbau masyarakat agar jika tetap ingin merayakan dengan kembang api, lokasinya harus aman, diawasi orang dewasa, dan jauh dari potensi kebakaran.
Baca juga: Siap-Siap! Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026 di Kaltim Wajib Kantongi "Tiket" Resmi Polisi
Untuk memastikan respons cepat terhadap segala bentuk kedaruratan, Damkar Samarinda telah memobilisasi seluruh kekuatan.
Sebanyak 175 personel akan bertugas secara bergantian dan siaga penuh selama 24 jam.
"Kami selalu siap siaga di 11 posko pemadam kebakaran yang tersebar di Kota Samarinda. Sekitar 175 personel kami siagakan penuh selama Natal dan Tahun Baru,” kata Hendra.
Kesiapsiagaan penuh ini, menurut Hendra, adalah upaya preventif dan reaktif Damkar untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan petugas dapat bergerak cepat.
"Damkar siap siaga penuh menjelang Natal dan Tahun Baru. Begitu ada laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi,” katanya.
Hendra AH juga menutup dengan mengingatkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan meminta masyarakat untuk segera melapor jika melihat potensi bahaya atau insiden kebakaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung