Kamis, 22 JANUARI 2026 • 18:37 WIB

Penulis Lokal Kaltim Kini Punya Ruang Ekspresi, DPK Siapkan Fasilitas Panggung dan Sarana Bedah Buku

Author

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) DPK Kaltim, Hana Iriana. (Foto: Ahmad Rifandi/ANTARA)
KALTIM -
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur secara resmi membuka pintu bagi para penulis lokal untuk memanfaatkan fasilitas negara sebagai ruang ekspresi.

Langkah ini diambil guna memperkuat budaya literasi sekaligus memberikan panggung bagi karya-karya orisinal penulis Benua Etam agar lebih dikenal luas.

Ke depan, gedung perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi bertransformasi menjadi pusat kegiatan kreatif yang hidup.

Sebagai bentuk dukungan nyata, DPK Kaltim berkomitmen menyediakan dukungan sarana dan prasarana yang memadai secara cuma-cuma.

Penulis yang ingin mempromosikan karyanya dapat menggunakan fasilitas di lingkungan perpustakaan, mulai dari tempat kegiatan yang representatif hingga penyediaan panggung acara.

Baca juga: Dugaan Pemerasan Berkedok Pinjaman di Samarinda, Utang Pokok Rp1,8 Juta Berubah Jadi Tagihan Rp45 Juta

"Kami tetap memfasilitasi teman-teman penulis lokal yang ingin mengadakan kegiatan bedah buku sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap karya yang mereka hasilkan," ujar Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) DPK Kaltim, Hana Iriana.

Hana menjelaskan bahwa pihaknya telah menyederhanakan birokrasi bagi para penulis yang ingin menggunakan fasilitas ini.

Para penulis lokal dapat mengajukan permohonan melalui surat resmi yang ditujukan kepada dinas.

Selain jalur mandiri, DPK Kaltim juga membuka pintu kolaborasi lebar-lebar bagi mereka yang tergabung dalam Organisasi Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) dan Berbagai jaringan komunitas pegiat literasi di Kalimantan Timur.

Baca juga: Simak Panduan Mencari Hunian Murah di Samarinda dan Daftar Kawasan Hidden Gems

Program ini terbukti inklusif dan telah menyasar berbagai kalangan.

Ruang ekspresi ini telah memfasilitasi beragam genre, mulai dari novel perjalanan hidup yang inspiratif hingga buku edukasi pengasuhan karya seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus (ABK).

Hana menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan program penerbitan buku bagi penulis lokal yang dilaksanakan pada tahun 2024.

Dengan adanya panggung bedah buku ini, ekosistem penulisan di Kaltim diharapkan tetap produktif meski menghadapi tantangan zaman.

"Sinergi antara pemerintah dan pegiat literasi mampu menjaga ekosistem penulisan di Kalimantan Timur agar tetap hidup dan produktif di tengah tantangan dalam meningkatkan minat baca masyarakat," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU