Bupati Berau Blak-blakan Soal Dikritik Akun Sosmed: "Bagus Sebagai Pengingat Agar Kami Tidak Lalai!"
KALTIM - Riuhnya jagat media sosial di Kabupaten Berau dengan kemunculan akun-akun "pengkritik" pemerintah akhirnya mendapat respons langsung dari Bupati Berau, Sri Juniarsih.
Alih-alih merasa terganggu atau bersikap defensif, orang nomor satu di Bumi Batiwakkal ini justru berbicara blak-blakan mengenai fenomena tersebut.
Bupati memandang menjamurnya konten digital yang berisi keluhan warga serta isu-isu hangat di masyarakat sebagai bentuk dinamika pengawasan publik yang wajar di era digital.
Bagi Sri Juniarsih, kehadiran akun-akun pengkritik tersebut memiliki sisi positif yang besar bagi jalannya roda pemerintahan.
Ia menganggap suara-suara di media sosial tersebut merupakan instrumen pengingat bagi seluruh jajaran eksekutif.
"Sekarang ada media sosial yang aktif memantau langsung kerja pemerintah. Ini bagus juga sebagai pengingat untuk kita semua agar tidak lalai,” ujar Sri Juniarsih dengan terbuka seperti yang dilansir melalui berauterkini.co.id.
Ia mengakui bahwa sering kali informasi yang viral muncul tanpa konfirmasi langsung kepada pemerintah.
Namun, hal itu justru ia jadikan "alarm" agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar menyentuh kebutuhan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Meski menyambut hangat kebebasan berpendapat, Bupati perempuan pertama di Berau ini memberikan catatan penting terkait akurasi.
Ia mewanti-wanti agar aspirasi yang disampaikan tidak berujung pada misinformasi yang dapat memicu kegaduhan.
Baca juga: Mau ke Pantai Sinondok? Jangan Lewatkan Wisata Gratis di Jembatan Kelomang, Ikon Unik Pesisir Berau
“Informasi yang disampaikan ke publik harus akurat agar tidak muncul misinformasi. Aspirasi tetap harus dilakukan dengan dasar data yang valid,” tegasnya.
Merespons kekuatan gawai di tangan masyarakat yang kini bisa melaporkan kondisi lapangan secara instan, Sri Juniarsih memberikan instruksi keras kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia meminta para kepala dinas dan jajarannya untuk meningkatkan profesionalitas dan tidak lagi pasif di dunia maya.
“Masyarakat kita sudah melek digital. Karena itu, aktifkan akun media sosial OPD. Sampaikan kegiatan dan capaian secara terbuka agar informasi resmi mudah diakses publik,” perintahnya tegas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berauterkini.co.id