KALTIM - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan deretan motor listrik berwarna biru muda berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang terparkir rapi di sebuah gudang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi resmi untuk meredam spekulasi publik dan memastikan bahwa pengadaan tersebut telah sesuai dengan rencana anggaran tahun 2025.
Baca juga: Kebut Target Badan Gizi Nasional, Pemkot Bontang Siapkan 5 SPPG Khusus Daerah Terpencil
Pengadaan untuk Operasional Kepala SPPG
Dadan Hindayana menjelaskan bahwa puluhan ribu motor listrik tersebut memang disiapkan khusus untuk menunjang mobilitas dan operasional Kepala Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Total pemesanan mencapai 25.000 unit, di mana sebagian besar telah terealisasi dan siap untuk digunakan dalam mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG,” jelas Dadan Hindayana saat menanggapi video viral tersebut.
Baca juga: Resmikan Dapur Gizi ke-13, Wali Kota Bontang Targetkan 23 SPPG Beroperasi Dukung Program MBG
Tahap Pencatatan Sebagai Barang Milik Negara (BMN)
Dadan membantah jika kendaraan tersebut sengaja ditimbun tanpa tujuan yang jelas.
Ia menegaskan bahwa saat ini kendaraan-kendaraan tersebut sedang dalam tahap penyelesaian administrasi sebelum diterjunkan ke lapangan.
Hal ini penting dilakukan agar seluruh unit terlacak sebagai aset negara yang sah secara hukum.
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan,” tambahnya.
Langkah ini diambil untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas kepemilikan aset di bawah naungan BGN.
Menkeu Purbaya Ingatkan Fokus pada Bahan Makanan
Meskipun BGN menyatakan pengadaan tersebut sah secara anggaran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan catatan kritis.
Ia mengaku akan mengecek kembali detail pengadaan tersebut karena sebelumnya Kemenkeu sempat menolak usulan pembelian kendaraan dan perangkat komputer dalam jumlah besar agar anggaran tidak membengkak di sisi operasional.
“Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa. Seharusnya utamanya untuk makanan,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan bahwa porsi terbesar anggaran BGN wajib menyentuh kebutuhan gizi masyarakat.
Baca juga: Amsindo Nilai Program MBG Positif bagi Ekonomi, Minta Pengawasan Distribusi Makanan Diperketat
Anggaran EO Rp113 Miliar Turut Jadi Sorotan
Selain masalah motor listrik, BGN juga tengah menjadi pembicaraan terkait alokasi dana jasa Event Organizer (EO) sebesar Rp113 miliar.
Dadan Hindayana beralasan bahwa keterlibatan pihak ketiga sangat diperlukan karena BGN masih dalam tahap awal pembentukan dan belum memiliki sumber daya internal yang memadai untuk mengelola kegiatan berskala besar.
“Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” ungkap Dadan.
Ia memastikan penggunaan jasa EO dilakukan secara transparan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal guna menjamin kualitas eksekusi program di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber