Kamis, 28 MEI 2026 • 04:25 WIB

Dispopar Bontang Siap Daftarkan Kuliner Ikan Bawis ke HAKI

Author

Ikan Bawis. (Foto: Dela Asriani/facebook.com)
KALTIM -
Pemerintah Kota Bontang terus menyoroti pengembangan potensi lokal di wilayah pesisir.

Langkah nyata tersebut ditunjukkan saat Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri Festival Nelayan Kampung Bawis 2026 yang digelar meriah di kawasan Berbas Pantai, Sabtu (9/5/2026) lalu.

Kegiatan ini diproyeksikan menjadi ajang pertumbuhan ekonomi kreatif (ekraf) sekaligus ruang kolaborasi dalam mengangkat identitas khas daerah.

Agenda tahunan ini turut dikawal oleh sejumlah pejabat teras lintas pemerintahan, di antaranya Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Pj Sekda Kota Bontang Akhmad Suharto, Ketua TP-PKK Kota Bontang Nut Kalbi Agus Haris, Camat Bontang Selatan Achmad Efa Yuliansyah, serta Lurah Berbas Pantai Hadi Jumianto.

Baca juga: H. Abdul Ghalib, Sang Pionir Gami Bawis, Tutup Usia

Upaya Proteksi Karya Inovasi Olahan Endemis

Selain menjadi wadah berkumpulnya masyarakat, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang berkomitmen memberikan perlindungan hukum terhadap karya kuliner hasil kreativitas warga setempat.

Hasil inovasi olahan ikan bawis yang memiliki tingkat autentisitas tinggi dalam festival ini nantinya akan didorong dan difasilitasi penuh untuk didaftarkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Kota Bontang, Dody Rosdiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa festival ini menonjolkan ikan bawis sebagai komoditas endemis perairan Bontang yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

Karakteristik khas inilah yang dinilai mampu menjadi identitas kuliner yang kuat.

“Melalui festival ini, kami ingin memperkuat karakter ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan potensi pesisir yang dimiliki Kota Bontang,” ujar Dody Rosdiana.

Guna merangsang lahirnya menu-menu inovatif yang layak didaftarkan ke HAKI, festival ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, meliputi:

  1. Lomba Kreasi Masakan Bawis: Diikuti oleh 16 tim peserta yang menyajikan ragam modifikasi resep lokal.
  2. Lomba Karaoke: Diikuti oleh 15 peserta.
  3. Lomba Balap Ketinting: Diikuti oleh 9 peserta yang memacu adrenalin di laut.

Demi menjaga objektivitas dan standar penilaian, Dispopar melibatkan tim juri lintas sektor yang kompeten, mulai dari tenaga ahli Indonesian Chef Association (ICA), Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3), hingga pengurus TP-PKK Kota Bontang.

Baca juga: Hanya Ada di Sini! Mengenal Ikan Bawis dan Rahasia Sambal Gammi yang Menjadi Nyawa Kuliner Bontang

Gaungkan Kolaborasi Berkelanjutan dan Program 'GESIT'

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan perlindungan karya yang digagas dinas terkait.

Ia menyebut agenda ini sebagai momentum perdana bagi wilayah Berbas Pantai dalam memicu kolaborasi produktif yang orisinal.

"Ini adalah bentuk upaya pemerintah dalam menciptakan karakter ekonomi kreatif yang orisinal dan berkelanjutan di Kota Bontang,” kata Wali Kota Neni Moerniaeni dalam sambutannya.

Di samping membedah sektor ekonomi dan HAKI, Neni juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyoroti persoalan kebersihan lingkungan di kawasan pemukiman atas air.

Ia mengajak seluruh masyarakat Berbas Pantai untuk menjaga ekosistem laut dengan menggelorakan program GESIT (Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku).

"Cintai lingkungan dan jaga bumi untuk kelangsungan hidup anak cucu kita,” pesan Neni.

Menutup arahannya, orang nomor satu di Bontang tersebut juga menitipkan pesan kepada para orang tua serta para ketua RT setempat untuk memperketat pengawasan anak.

Langkah kolektif ini dinilai krusial guna menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU