KALTIM - Jumlah penduduk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam dekade terakhir.
Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) terbaru, total penduduk di Bumi Etam kini resmi menembus angka 4.050,64 ribu jiwa atau sekitar 4,05 juta jiwa.
Angka ini melonjak tajam jika dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang kala itu berada di angka 3.028,49 ribu jiwa.
Kendati volume riil penduduk terus bertambah, salah satu poin krusial yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah tingginya arus mobilitas horizontal.
Data menunjukkan bahwa sekitar 29 hingga 30 dari setiap 100 penduduk Kalimantan Timur diketahui lahir di luar provinsi tersebut.
Hal ini menjadi bukti sahih mengenai kuatnya daya tarik migrasi masuk ke wilayah Kaltim sebagai magnet ekonomi baru di Indonesia.
Baca juga: Data BPS: Warga Kalimantan Timur Lebih Pilih Jalur Udara, Penumpang Pesawat Capai 206 Ribu Orang
Rasio Ketergantungan Rendah dan Bonus Demografi
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, memaparkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk yang dipicu migrasi ini diiringi oleh kabar positif di sektor ekonomi-kependudukan.
Rasio ketergantungan (dependency ratio) di Kaltim konsisten menunjukkan tren penurunan hingga menyentuh angka 40,19 persen.
Secara matematis, indikator ini bermakna bahwa setiap 100 penduduk usia produktif (usia 15–64 tahun) di Kaltim hanya menanggung beban hidup sekitar 40 hingga 41 penduduk usia nonproduktif (anak-anak dan lansia).
“Selama periode 2010–2025, rasio ketergantungan masih berada di bawah 50. Ini menunjukkan Kalimantan Timur masih berada dalam fase bonus demografi,” jelas Mas’ud Rifai dalam keterangan resminya.
Jika dibedah berdasarkan pemetaan wilayah administrasi, Kabupaten Mahakam Ulu mencatatkan rapor rasio ketergantungan tertinggi di Kaltim dengan persentase 42,47 persen.
Sebaliknya, wilayah dengan tingkat rasio ketergantungan paling rendah dan paling efisien ditempati oleh Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang hanya menyentuh angka 29,92 persen.
Baca juga: Bukan Makanan, Ini Prioritas Belanja Warga Berau Menurut Data BPS
Dominasi Pria dan Potret Vitalitas Penduduk
Dari aspek demografis berbasis gender, struktur kependudukan Kaltim masih didominasi oleh kelompok laki-laki dengan jumlah mencapai 2.095,71 ribu jiwa atau merepresentasikan 51,74 persen.
Sementara itu, populasi perempuan tercatat sebanyak 1.954,93 ribu jiwa atau sebesar 48,26 persen dari total populasi global provinsi.
BPS Kaltim juga merilis sejumlah indikator sosial dan vitalitas strategis lainnya, antara lain:
- Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR): Berada di angka 2,09, yang mencerminkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (rentang usia 15–49 tahun).
- Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR): Berhasil ditekan hingga ke level 13,47 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2025.
Baca juga: BPS Ungkap Fakta Unik Berau: 70% Dinding Rumah Masih Dominan Pakai Kayu, Bukan Tembok!
Menuju Fase Penuaan Penduduk dan Kesiapan Proteksi Sosial
Di balik melimpahnya arus migrasi masuk dan penduduk usia produktif, hasil SUPAS juga memberikan sinyal peringatan dini bagi pembuat kebijakan.
Kaltim terdeteksi mulai bergerak mendekati fase penuaan penduduk (ageing population).
Fenomena ini ditandai dengan proporsi kelompok penduduk lanjut usia (lansia) yang merangkak naik hingga menyentuh angka 9,05 persen dari total populasi.
Pergeseran struktur ke arah ageing population ini dipastikan membawa implikasi jangka panjang terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan jaring pengaman sosial, fasilitas kesehatan ramah lansia, serta sistem perlindungan komunal yang lebih adaptif.
Selain isu lansia, BPS turut mencatat prevalensi penyandang disabilitas pada penduduk usia 5 tahun ke atas yang berada di angka 1,75 persen.
Artinya, ada sekitar 1 hingga 2 dari setiap 100 penduduk pada kelompok usia tersebut di Kaltim yang memerlukan perhatian khusus serta aksesibilitas infrastruktur publik yang inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Kaltim