Senin, 08 JUNI 2026 • 04:32 WIB

Kapolda Kaltim Kerahkan Patroli Siber, Bidik Netizen yang Sengaja Giring Opini Negatif

Author

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro. (Foto: Istimewa)
KALTIM -
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, mengeluarkan imbauan tegas yang mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Jenderal bintang dua tersebut meminta warga untuk tidak menyebarkan konten yang dapat memicu keresahan atau berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah publik.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap maraknya fenomena unggahan di media sosial yang sengaja dipotong-potong.

Menurut Kapolda, penyebaran video atau narasi yang hanya menampilkan sebagian kecil peristiwa tanpa konteks utuh sangat rentan memicu kesalahpahaman dan memengaruhi opini publik secara negatif.

Baca juga: Polda Kaltim Kejar DPO Jakarta-Medan, Penyuplai Utama Liquid Narkoba ke Mantan Kasat Resnarkoba

Deteksi Latar Belakang dan Motivasi Pengunggah

Guna mengantisipasi dampak buruk dari penggiringan opini yang menyesatkan, Irjen Pol. Endar Priantoro menegaskan bahwa jajaran Polda Kaltim telah menyiagakan unit patroli siber secara aktif di ruang digital.

Tim ini bertugas memantau pergerakan konten secara berkala sekaligus menganalisis latar belakang serta motivasi tersembunyi dari para pengunggah informasi.

"Kami memiliki patroli siber yang terus memantau perkembangan di media sosial. Dari situ akan terlihat apakah suatu unggahan terjadi karena kelalaian, ketidaktahuan, atau memang ada unsur kesengajaan yang dapat menimbulkan dampak tertentu di masyarakat,” ujar Irjen Pol. Endar Priantoro, Rabu (3/6/2026).

Setiap temuan konten negatif di dunia maya akan dianalisis secara cermat agar penegakan atau penanganannya dapat berjalan secara proporsional sesuai koridor hukum yang berlaku.

Meski demikian, pihak kepolisian saat ini masih memprioritaskan pendekatan edukatif demi mewujudkan ruang siber yang sehat.

Baca juga: Polda Kaltim Sukses Lumpuhkan Dua Pengedar Sabu di Kampung Narkoba

Peringatan Keras untuk Kreator Konten

Kapolda Kaltim secara khusus memberikan peringatan keras kepada para kreator konten (content creator) yang sering kali mengabaikan keutuhan fakta demi mengejar popularitas ataupun keuntungan pribadi di media sosial.

  • Dampak Bagi Pembuat: Membuat konten sepotong mungkin menguntungkan dari segi interaksi (views), tetapi merugikan stabilitas daerah.
  • Dampak Bagi Publik: Menghasilkan persepsi yang salah kaprah dan memicu friksi serta keresahan sosial.

“Kami mengimbau kepada siapa pun yang memiliki niat membuat konten yang hanya menampilkan bagian tertentu dari suatu kejadian tanpa memperlihatkan keseluruhan peristiwa, agar menghentikan praktik tersebut,” tegas Kapolda.

Baca juga: Perangi Hoaks dan Pornografi, Polda Kaltim-Diskominfo Edukasi Pelajar Cerdas Bermedia Sosial

Dorong Literasi Digital untuk Jaga Kondusifitas Kaltim

Selain mengandalkan patroli siber, Kapolda meminta warga Kaltim untuk memperkuat literasi digital dengan tidak mudah memercayai informasi yang berseliweran, serta selalu melakukan verifikasi (check and recheck) sebelum menyimpulkan suatu peristiwa.

“Marilah kita bersama-sama bijak melihat situasi yang sebenarnya terjadi. Jangan mudah terpancing oleh potongan informasi yang belum tentu menggambarkan fakta secara keseluruhan,” pesannya.

Melalui penguatan literasi ini, Kapolda berharap sinergi positif antara aparat penegak hukum, media massa, dan masyarakat dapat terjalin kokoh.

Langkah kolaboratif ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Balikpapan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU