KALTIM - Semangat kebersamaan dan persaudaraan mewarnai pelaksanaan Temu Kangen Ikatan Keluarga Bojonegoro Angling Dharma se-Kalimantan Timur yang digelar di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (28/6/2026).
Mengusung tema “Guyub Rukun Bapoh Kokoh Seduluran Sak Lawase”, kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi warga asal Bojonegoro yang kini menetap di berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Temu kangen yang telah memasuki penyelenggaraan keempat ini diikuti perwakilan Ikatan Keluarga Bojonegoro dari sejumlah daerah, seperti Berau, Balikpapan, Bontang, Samarinda, serta Kutai Timur sebagai tuan rumah.
Komandan Kodim 0909/Kutai Timur Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, yang juga merupakan putra asli Bojonegoro sekaligus Pembina Ikatan Bojonegoro Kutai Timur, mengajak seluruh warga Bojonegoro untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan di tanah rantau.
Menurutnya, temu kangen tersebut bukan sekadar acara berkumpul, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antarwarga Bojonegoro di Kalimantan Timur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud pelestarian nilai-nilai kekeluargaan dan budaya gotong royong,” ujarnya mewakili Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.
Ia menegaskan, perbedaan tempat tinggal tidak boleh menjadi penghalang untuk terus menjalin komunikasi, menjaga kebersamaan, dan saling mendukung satu sama lain.
“Yang terpenting, kita tetap bersama dalam semangat persaudaraan, saling membantu, dan terus menjaga nama baik masyarakat Bojonegoro di mana pun berada,” tambahnya.
Baca juga: Bukan Hanya di Pundak Ibu, Harganas ke-33 Tekankan Peran Krusial Ayah Bangun SDM Anak
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Paguyuban Bojonegoro se-Kalimantan Timur, Sutrisno, mengajak seluruh anggota paguyuban untuk terus bangkit, kompak, dan menjaga kekuatan persaudaraan.
Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting bagi warga Bojonegoro yang hidup di perantauan.
“Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan terbesar kita di tanah perantauan. Walaupun berjauhan, silaturahmi harus tetap terjalin dan semakin erat,” katanya.
Sutrisno juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Bojonegoro Kutai Timur yang telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan temu kangen tahun ini.
“Semoga kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan kita semua ikut menjaga situasi Kalimantan Timur tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sutrisno juga mengumumkan bahwa Kabupaten Berau telah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Temu Kangen Ikatan Keluarga Bojonegoro Angling Dharma se-Kalimantan Timur pada 2027.
Ketua Ikatan Bojonegoro Kutai Timur, Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa Ikatan Bojonegoro di Kutai Timur telah berdiri sejak 1998. Hingga kini, paguyuban tersebut terus menjadi wadah pemersatu bagi masyarakat Bojonegoro yang tinggal di Kutai Timur.
Ia menyebut, paguyuban tersebut dibentuk sebagai rumah bersama bagi seluruh warga Bojonegoro di tanah rantau. Meski berasal dari kecamatan dan desa yang berbeda, mereka tetap terikat sebagai satu keluarga besar Bojonegoro.
Baca juga: Ini Sosok Gus Luthfy dan Julita Rista, Putra-Putri Terbaik Kaltim di Paskibraka Nasional
Muhammad Yasin berharap kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi. Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni dan hiburan.
Di antaranya Tari Gatotkaca Kiprah yang dibawakan oleh Sarjono, hiburan musik campursari, serta sejumlah pertunjukan seni lain yang menampilkan kekayaan budaya Jawa. Menjelang penutupan acara, peserta juga mendapatkan motivasi keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Gafur.
Suasana penuh keakraban tampak sepanjang acara. Ratusan warga Bojonegoro dari berbagai daerah di Kalimantan Timur larut dalam kebersamaan, saling melepas rindu, berbagi cerita, dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Semangat “Guyub Rukun Bapoh Kokoh Seduluran Sak Lawase” menjadi pengingat bahwa di mana pun berada, warga Bojonegoro tetap terikat dalam satu persaudaraan yang kuat dan abadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kutaitimurkab.go.id