Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 14 NOVEMBER 2025 • 22:50 WIB

Indonesia Rugi Rp134 Triliun per Tahun Akibat Arus Keluar Dana Judi Online

Indonesia Rugi Rp134 Triliun per Tahun Akibat Arus Keluar Dana Judi OnlineIlustrasi Judi Online. (Foto: Istimewa)
KALTIM -
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan angka kerugian ekonomi yang masif dialami Indonesia akibat praktik perjudian online.

Ia menyebut, negara diperkirakan kehilangan sekitar US$ 8 miliar atau setara Rp134 triliun setiap tahun, hanya dari arus keluar dana judi daring.

Pernyataan serius ini disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi kedua APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, pada Sabtu (1/11/2025).

"Kami sedang menangani serius maraknya perjudian online. Kami rugi dan diperkirakan kehilangan US$ 8 miliar dalam setahun hanya dengan arus keluar dari judi online,” ujar Prabowo, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (2/11/2025).

Baca juga: Perkuat Keluarga Lawan Judi Online, PKK Balikpapan Gelar Lomba Penyuluhan Inovatif

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas praktik perjudian daring yang tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi masif, tetapi juga dinilai merusak moral bangsa.

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk memerangi kejahatan lintas batas.

Di forum APEC, Prabowo menyoroti bahwa sinergi antarnegara harus diperkuat dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks di era digital, mencakup penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, hingga perjudian daring.

Selain isu kejahatan digital, Presiden juga menyinggung sejumlah prioritas utama pemerintah di hadapan para pemimpin ekonomi APEC.

Baca juga: Serangan Siber Bertubi-tubi Hantam Situs Berita Lokal Usai Ungkap Jejak Judi Online

Ia menilai bahwa peningkatan pendidikan dan keterampilan digital masyarakat merupakan langkah penting untuk memperkuat daya saing bangsa.

Prabowo mengakui bahwa Indonesia merasa tertinggal dari negara-negara anggota APEC di bidang pendidikan.

"Ini adalah tujuan yang sangat objektif, dan saya percaya Indonesia harus menghadapi kekurangan tersebut,” tutur Presiden.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) serta memperkuat sistem kesehatan nasional agar Indonesia mampu menghadapi dinamika ekonomi dunia dengan tangguh.

Mengakhiri pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penuntasan kemiskinan dan kelaparan merupakan “tugas paling mendesak” dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Indonesia Rugi Rp134 Triliun per Tahun Akibat Arus Keluar Dana Judi Online

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!