Keripik pisang lokal merk Kalbana dan Fruiti Box. (Foto: Istimewa)
KALTIM - Strategi hilirisasi sektor pertanian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai membuahkan hasil nyata.
Produk Pisang Kepok yang selama ini hanya dijual sebagai komoditas mentah, kini telah bertransformasi menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi yang sukses merambah pasar internasional, mulai dari kawasan Asia hingga menembus Benua Eropa.
Langkah hilirisasi ini terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan nilai tambah pada produk pertanian unggulan daerah.
Transformasi ini ditandai dengan kehadiran merek keripik pisang lokal seperti Kalbana dan Fruiti Box.
Produk hasil karya kelompok warga dari Kecamatan Kaliorang tersebut telah menembus pasar ekspor ke negara-negara Eropa, di antaranya Belgia dan Belanda, yang telah dimulai sejak tahun 2024 lalu.
Baca juga: Patung Superhero di Pasar Tangga Arung Tuai Protes, Warga: Di Mana Identitas Kutai?
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti kualitas produk Industri Kecil Menengah (IKM) Kutim yang mampu bersaing di level global.
"Intinya kita mengatur pengalihan produknya. Jadi tidak hanya sekadar pisang kepok saja yang kita panen, tetapi pisang kepok itu sudah diolah menjadi keripik untuk meningkatkan nilai ekonominya," jelas Nora.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendorong peralihan mindset dari sekadar bertani secara konvensional menuju pengembangan produk berbasis olahan.
Baca juga: Bukan Makanan, Ini Prioritas Belanja Warga Berau Menurut Data BPS
Hilirisasi menjadi komitmen nyata pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan berbagai pihak di sektor pertanian.
Menurut Nora, kesuksesan keripik pisang ini adalah tolak ukur awal.
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, Kutim memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas lain dengan konsep serupa.
“Keripik pisang ini menjadi contoh nyata bahwa dengan hilirisasi, produk lokal kita bisa bersaing. Ke depan, kami optimistis komoditas hortikultura dan olahan pangan lainnya bisa mengikuti jejak sukses ini,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber