Salah satu destinasi wisata di Kalimantan Timur. (Foto: Humas Pemprov Kaltim)
KALTIM - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata daerah tidak hanya berorientasi pada angka kunjungan, tetapi juga pada kualitas pengalaman wisatawan.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memastikan bahwa berbagai fasilitas dan destinasi termasuk objek wisata gratis tetap dikelola dengan standar profesional melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Langkah ini diambil untuk memperkuat daya saing daerah di tengah pesatnya perkembangan pariwisata nasional.
Dinas Pariwisata Kaltim secara konsisten membekali para pelaku wisata dengan sertifikasi profesi dan bimbingan teknis agar mampu memberikan pelayanan prima kepada setiap pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan bahwa kualitas layanan tidak boleh dibedakan oleh harga tiket masuk.
Baca juga: Mulai 300 Ribuan! Intip Ongkos Terbang ke Pulau Maratua, Destinasi Wisata Instagramable Kelas Dunia
Meskipun banyak ruang publik dan destinasi yang dapat dinikmati sebagai wisata gratis, keramahan dan standar keamanan harus tetap menjadi prioritas utama.
“Pariwisata tidak hanya bergantung pada potensi destinasi, tetapi juga pada kualitas SDM. Kami ingin wisatawan yang menikmati wisata gratis di Kaltim tetap mendapatkan kesan yang mendalam karena dilayani oleh pelaku wisata yang kompeten,” tegas Ririn.
Melalui penguatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), banyak desa kini menawarkan konsep wisata gratis atau terjangkau yang dikelola secara mandiri oleh warga.
Pendampingan ini memastikan bahwa meskipun tanpa biaya masuk yang mahal, tata kelola destinasi tetap tertata, bersih, dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Selain destinasi alam, pemerintah provinsi mengoptimalkan Temindung Creative Hub sebagai ruang kolaborasi yang bisa diakses publik.
Tempat ini menjadi sarana edukasi dan hiburan kreatif tanpa biaya bagi masyarakat yang ingin mendalami ekonomi kreatif.
Tak berhenti di situ, penyelenggaraan event seperti East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) juga menjadi bentuk layanan wisata gratis bertaraf internasional.
Masyarakat luas dapat menikmati pertunjukan budaya mancanegara secara cuma-cuma, yang sekaligus menjadi ajang promosi efektif untuk memperkuat citra Kaltim di mata dunia.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas, Kaltim optimis pariwisata akan menjadi penggerak ekonomi yang inklusif.
Dengan tersedianya opsi wisata gratis yang dikelola secara profesional, sektor pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi identitas kebanggaan bagi Kalimantan Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Kaltim