Gajah Kerdil Kalimantan (Borneo Pygmy Elephant). (Foto: Wikipedia)
KALTIM - Di balik rimbunnya hutan hujan tropis Borneo, tersimpan salah satu rahasia evolusi paling menakjubkan sekaligus memprihatinkan. Gajah Kerdil Kalimantan (Borneo Pygmy Elephant), subspesies gajah terkecil di dunia, kini tengah berjuang melawan kepunahan.
Dengan populasi yang diperkirakan hanya tersisa sekitar 1.000 individu di seluruh dunia, keberadaan mereka kini berada di titik kritis.
Berikut adalah fakta-fakta mendalam mengenai satwa yang kini menyandang status Endangered (Terancam) dalam Daftar Merah IUCN tersebut:
Berbeda dengan anggapan lama yang menyebut mereka sebagai keturunan gajah jinak pemberian sultan, studi DNA membuktikan bahwa gajah ini adalah penghuni asli Borneo.
Baca juga: 6 Perguruan Tinggi Negeri Terbaik di Kalimantan Timur
Analisis molekuler menunjukkan gajah ini telah terisolasi secara genetik selama ratusan ribu tahun sejak akhir Zaman Pleistosen.
Pemisahan dari leluhur gajah Asia lainnya membuat mereka berevolusi menjadi spesies yang unik dan berbeda dari gajah di Sumatera maupun India.
Kelangsungan hidup gajah ini sangat bergantung pada wilayah yang sangat sempit.
Sebarannya terbatas hanya di bagian utara Pulau Borneo, dengan 90-95 persen populasi berada di Sabah, Malaysia.
Di Indonesia, populasi kecil yang tersisa hanya tercatat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Baca juga: Bukan Hantu, Film Kuyank Bedah Sisi Manusia di Balik Urban Legend Paling Mencekam dari Kalimantan
Luasan habitat yang terus terfragmentasi menjadi ancaman nyata bagi kelompok-kelompok kecil yang kini terisolasi satu sama lain.
Akibat adaptasi ribuan tahun di hutan yang lebat, gajah ini memiliki postur yang lebih efisien untuk menembus semak belukar:
IUCN mencatat bahwa dari sekitar 1.000 individu yang tersisa, hanya ada sekitar 400 individu dewasa yang mampu berkembang biak.
Kehilangan satu individu saja, baik akibat konflik dengan manusia maupun hilangnya jalur jelajah karena deforestasi, akan berdampak sangat fatal bagi keberlangsungan populasi secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber