Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 27 JANUARI 2026 • 22:37 WIB

Banjir Guntung Tak Kunjung Usai, Wali Kota Bontang Semprot Perusahaan Sekitar: Mana Kontribusi Nyatanya?

Banjir Guntung Tak Kunjung Usai, Wali Kota Bontang Semprot Perusahaan Sekitar: Mana Kontribusi Nyatanya?Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Kantor Kelurahan. (Foto: Adie/Kominfo Bontang)
KALTIM -
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Kantor Kelurahan, Jumat pagi (23/1/2026), Neni secara terbuka menyemprot perwakilan perusahaan yang hadir.

Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan industri besar di wilayah Guntung seharusnya menjadi solusi, bukan sekadar penonton di tengah penderitaan warga.

Neni meminta pihak swasta berhenti menunjukkan wajah hanya pada saat acara seremonial.

Ia menuntut tindakan konkret yang menyentuh akar permasalahan lingkungan dan sosial di wilayah operasional mereka.

"Perusahaan jangan hanya hadir simbolis saat seremonial. Kami minta kontribusi nyata untuk lingkungan, baik penanganan banjir maupun stunting. Kalian berusaha di sini, maka harus peduli dengan warga sekitar," sentil Neni dengan nada tegas.

Baca juga: Satimpo Jadi yang Terbaik di Indonesia, Bunda Neni Tantang Kelurahan Lain di Bontang Berbenah

Pemerintah Kota Bontang sendiri sebenarnya telah memasang badan dengan mengalokasikan Rp7,5 miliar dari APBD untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di Guntung.

Namun, Neni menilai anggaran negara memiliki keterbatasan, sehingga dukungan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan sekitar bersifat wajib untuk mempercepat penuntasan banjir.

Selain banjir, kejengkelan Wali Kota juga dipicu oleh data kesehatan yang memprihatinkan.

Angka stunting di Guntung dilaporkan menembus 20 persen, sebuah angka yang jauh di atas rata-rata kota sebesar 15,6 persen.

Neni memberikan instruksi keras agar bantuan gizi dari perusahaan maupun pihak kelurahan tidak lagi berupa makanan kemasan yang minim nutrisi.

Baca juga: Mandat Keras Wali Kota Neni: Tambang Boleh Jalan, Pemulihan Lingkungan adalah Harga Mati!

Ia mewajibkan peralihan ke real food atau makanan segar untuk memastikan tumbuh kembang balita Guntung kembali normal.

Menanggapi instruksi keras pimpinannya, Lurah Guntung, Denny Febrian, mencoba merangkul semua pihak dengan meluncurkan jargon GEMASARAN (Gerakan Masyarakat Sadar Peran, Bukan Baperan).

Melalui gerakan ini, Denny berharap warga dan pihak swasta tidak tersinggung dengan kritik tajam yang diberikan, melainkan menjadikannya pemacu untuk bekerja sama secara konstruktif demi menuntaskan masalah banjir dan gizi buruk di Guntung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banjir Guntung Tak Kunjung Usai, Wali Kota Bontang Semprot Perusahaan Sekitar: Mana Kontribusi Nyatanya?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!