Syiar Festival Talenta (SYIFA) 2026 yang digelar SMA Islam Terpadu Daarul Hikmah Boarding School (DHBS). (Foto: Firmanza/PPID Kota Bontang)
KALTIM - Syiar Festival Talenta (SYIFA) 2026 yang digelar SMA Islam Terpadu Daarul Hikmah Boarding School (DHBS) bukan hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi para pelajar, melainkan juga bukti nyata kemandirian siswanya.
Ajang besar yang sepenuhnya digagas, dirancang, dan dieksekusi oleh organisasi siswa ini sukses mencapai puncaknya pada malam penutupan di Grand Equator Hotel, Ahad (8/2/2026).
Kesuksesan acara ini mendapatkan pengakuan langsung dari Pemerintah Kota Bontang.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat, yang hadir menutup acara, menyatakan kekagumannya atas profesionalitas para siswa dalam mengelola acara berskala kota tersebut.
Baca juga: Jejak Pengabdian 65 KM: Inilah Kisah Pramuka DHBS Menempa Diri di Rute Penajam-Balikpapan
Dalam sambutannya mewakili Wali Kota Bontang, Anwar Sadat menekankan bahwa nilai paling berharga dari SYIFA 2026 adalah proses manajerial yang dilalui para panitia siswa.
Menurutnya, kemampuan untuk merancang hingga mempertanggungjawabkan sebuah kegiatan besar adalah keterampilan yang jarang didapatkan secara teoritis.
"Ini bukan hanya soal menang atau kalah di lapangan, tetapi bagaimana para siswa belajar merancang, mengelola, dan mempertanggungjawabkan sebuah kegiatan besar. Ini adalah bekal kemandirian dan kepemimpinan yang sangat penting bagi masa depan mereka,” tegas Anwar.
Kemandirian panitia siswa SMA IT DHBS teruji dengan keberhasilan mereka merangkul 291 peserta yang berasal dari 23 sekolah berbeda.
Meski merupakan agenda perdana yang digelar oleh OSIS SMA IT DHBS, SYIFA 2026 mampu menghadirkan enam cabang lomba yang sangat variatif, mencakup bidang akademik (Olimpiade IPA), olahraga (Badminton dan Futsal), seni (Vocal Group), agama (Tilawah dan Kaligrafi), hingga kepramukaan (LKKBB).
Direktur Yayasan Asy Syamil, Isro Umar Ghani, menambahkan bahwa dinamika yang terjadi selama pelaksanaan acara menjadi sekolah tersendiri bagi anak didiknya.
"Ini proses pembelajaran nyata yang tidak mereka dapatkan di ruang kelas. Anak-anak belajar kepemimpinan secara langsung dengan menghadapi tantangan di lapangan, berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan bekerja sama dalam tim,” ujar Isro.
Kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang serta Pengawas Sekolah Provinsi Kalimantan Timur dalam acara penutupan menjadi bentuk dukungan moral terhadap inisiatif siswa ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang