KALTIM - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) melaporkan bahwa sedikitnya 60 varian produk olahan yang dihasilkan oleh 30 UMKM unggulan di Kalimantan Timur kini telah berhasil menembus pasar ritel modern melalui fasilitasi gerai resmi Toko Kebun.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, menyatakan bahwa puluhan pelaku usaha binaan tersebut secara rutin menitipkan produk olahan mereka.
"Saat ini tercatat sekitar 30 pelaku usaha yang secara rutin menitipkan produk mereka dengan total varian mencapai hampir 60 jenis olahan," ujar Taufiq saat ditemui di Samarinda.
Keberhasilan ini tidak lepas dari terpenuhinya standar kelayakan edar yang ketat, mulai dari kepemilikan izin PIRT hingga sertifikasi halal.
Transformasi dari menjual bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah menjadi misi utama dalam program ini.
Taufiq menekankan bahwa fasilitasi Toko Kebun bertujuan untuk mendongkrak pendapatan petani lokal secara berkelanjutan.
"Penting bagi petani untuk mulai mengubah pola pikir, dari yang sekadar menjual bahan mentah menjadi produsen barang jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," tambahnya.
Untuk memperkuat promosi, Disbun Kaltim gencar menggandeng berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga non-pemerintah.
Sinergi ini dilakukan melalui berbagai ajang pameran guna memperkenalkan lebih luas profil UMKM unggulan di Kalimantan Timur kepada calon konsumen dan investor di seluruh wilayah Bumi Etam.
Di tengah tantangan harga produk luar yang kompetitif, Pemprov Kaltim memilih strategi penguatan pasar domestik.
Analis Kebijakan Disbun Kaltim, Marinda Asih Ramadhaniah, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan masyarakat Kaltim mencintai produk daerahnya sendiri.
"Langkah ini untuk menyiasati tantangan harga produk lokal yang cenderung lebih tinggi dibandingkan produk serupa dari luar daerah, seperti gula aren dari Jawa," jelas Marinda.
Produk ikonik seperti Kopi Linggang asal Kutai Barat dan gula aren asli Penajam Paser Utara menjadi primadona yang kini kian mudah ditemukan.
Produk-produk ini tidak hanya tersedia di Toko Kebun, tetapi juga sudah menjangkau jaringan ritel modern seperti Auto Swalayan, Planet Swalayan, hingga Yugo Market melalui sistem konsinyasi yang memudahkan distribusi dari pelosok ke perkotaan.
Guna melindungi konsumen sekaligus menjaga reputasi UMKM unggulan di Kalimantan Timur, setiap kemasan produk yang dipasarkan wajib melalui proses kurasi.
Label stiker khusus "Toko Kebun" disematkan pada setiap produk sebagai jaminan keaslian dan kemurnian kualitas bagi para konsumen.
Marinda menegaskan bahwa pengawasan mutu melalui pelabelan ini tidak bisa ditawar.
"Pelabelan ini menjadi sangat krusial untuk melindungi konsumen, terutama pada produk yang rentan dicampur bahan lain seperti lada hitam dan gula aren," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur