Kamis, 04 JUNI 2026 • 01:43 WIB

Minimalisir Kecelakaan Malam Hari, Komunitas Relawan Samarinda Patungan Beli Aspal

Author

Penambalan jalan berlubang di Jalan Siradj Salman bersama teman-teman relawan Samarinda. (Foto: Fdy/INDOZONE)
KALTIM -
Dipicu oleh kepedulian mendalam terhadap keselamatan para pengguna jalan, sejumlah relawan bersama masyarakat sekitar memutuskan untuk turun langsung ke lapangan.

Mereka bergotong royong menambal jalan berlubang di kawasan Jalan Siradj Salman, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Senin malam (1/6/2026) kemarin.

Aksi taktis ini sengaja dilakukan pada malam hari untuk meminimalisir risiko kecelakaan maut.

Sebab, sebuah lubang berukuran cukup besar dan dalam terpantau menganga di tengah badan jalan dan dinilai sangat membahayakan para pengendara yang melintas dalam kondisi pencahayaan minim.

"Malam ini kami melakukan penambalan jalan berlubang di Jalan Siradj Salman bersama teman-teman relawan Samarinda. Ini merupakan kegiatan pertama kami dan mudah-mudahan ada tindak lanjut dari pemerintah untuk segera memperbaiki jalan-jalan berlubang lainnya,” ujar perwakilan relawan, Amang Adan.

Baca juga: Kebakaran Melanda Showroom Yamaha di Samarinda Ulu, Belasan Motor Rusak Terdampak Panas

Andalkan Dana Swadaya untuk Keamanan Warga

Amang menjelaskan bahwa seluruh biaya operasional untuk membeli material aspal instan murni berasal dari sistem patungan.

Uang tersebut dikumpulkan secara swadaya dari sumbangan sukarela sesama relawan serta sebagian warga sekitar yang menaruh perhatian tinggi pada isu keselamatan berlalu lintas.

Bergerak taktis di bawah lampu jalan, sekitar 15 personel gabungan relawan dan warga bahu-membahu melakukan penutupan badan jalan.

Hanya dalam kurun waktu kurang lebih 30 menit, titik kerusakan yang sebelumnya cukup dalam berhasil tertutup rata dan kembali aman untuk dilintasi.

“Intinya untuk keamanan warga Samarinda dan kenyamanan pengendara. Kami tidak ingin ada korban akibat jalan berlubang,” tegas Amang secara lurus.

Baca juga: Niat Hati Ingin Pulang ke Malang, Santri Ini Malah Jadi Korban Perampasan Bermodus Fitnah di Jalanan

Lubang Kronis yang Terus Membesar Selama Sebulan

Menurut kesaksian salah seorang warga setempat, Nur Wahid, kerusakan di ruas Jalan Siradj Salman ini sebenarnya sudah berlangsung kronis selama lebih dari satu bulan.

Akibat terus tergerus beban kendaraan yang melintas, dimensi lubang kian hari terpantau makin lebar, mendalam, dan membahayakan pengendara yang tidak hafal kondisi jalan.

"Sudah lebih dari satu bulan. Lubangnya makin hari makin dalam dan makin lebar. Kalau dibiarkan tentu berpotensi menyebabkan kecelakaan, apalagi bagi pengendara yang baru pertama kali melintas,” ungkap Nur Wahid sembari menyampaikan apresiasi tinggi atas gerak cepat aksi patungan tersebut.

Ke depan, komunitas relawan Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan aksi penambalan darurat serupa jika kembali menerima aduan masyarakat terkait fasilitas jalan yang dinilai mengancam nyawa pengendara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU