Aliansi Ampera Sampaikan 22 Poin Aspirasi ke DPRD Bontang (Foto: Humas Polres Bontang)
KALTIM - Aliansi Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) memilih jalur dialog dalam menyampaikan aspirasinya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.
Audiensi yang melibatkan 30 perwakilan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan ini digelar pada Rabu (3/9/2025) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bontang, Kelurahan Bontang Lestari.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, S.H., didampingi jajaran pimpinan DPRD.
Turut hadir Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano, S.I.K., M.Si., serta perwakilan dari Kodim 0908 Bontang.
Baca juga: Bupati Garut dan Forkopimda Terima Aspirasi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Garut
Dalam kesempatan tersebut, Aliansi Ampera menyampaikan total 22 poin tuntutan, yang terdiri dari 17 isu nasional dan 5 isu lokal.
Isu-isu nasional yang diangkat mencakup penghentian keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil, transparansi anggaran DPR, hingga perlindungan hak-hak buruh.
Sementara itu, isu-isu lokal yang menjadi sorotan utama meliputi pengawasan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, beasiswa pendidikan, percepatan penanganan banjir, penerapan peraturan daerah (perda) pekerja lokal, dan regulasi kepemudaan.
Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyampaikan apresiasinya terhadap pilihan Aliansi Ampera yang menempuh jalur audiensi dibandingkan aksi unjuk rasa.
Baca juga: Komitmen Wali Kota Medan: Aspirasi Buruh Harus Didengar dan Diperjuangkan
"Kami sangat menghargai semangat adik-adik mahasiswa. Aspirasi ini akan kami terima, dan DPRD Bontang berkomitmen menindaklanjuti baik isu nasional melalui DPR RI maupun isu lokal sebagai agenda prioritas kami," ujarnya.
Dialog yang berlangsung terbuka dan interaktif ini diakhiri dengan pembacaan serta penandatanganan berita acara audiensi.
Berita acara tersebut ditandatangani oleh perwakilan DPRD, Kapolres Bontang, dan perwakilan Kodim.
Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk menjadikan forum audiensi sebagai ruang komunikasi lanjutan guna mengawal isu-isu masyarakat Bontang secara bersama.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, S.I.K., M.Si., juga memberikan apresiasi atas jalannya audiensi yang kondusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Polres Bontang