Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspiannur. (Foto: Istimewa)
KALTIM - Rencana pembangunan pabrik sabun di kawasan industri Bontang Lestari semakin mendekati realisasi.
Proyek ini dipastikan menjadi kelanjutan atau produk turunan dari industri minyak kelapa sawit (CPO) yang selama ini diolah oleh PT Energi Unggul Persada (EUP).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspiannur, menegaskan bahwa fokus utama dari proyek hilirisasi CPO ini adalah penciptaan nilai ekonomi baru dan, yang terpenting, pembukaan lapangan kerja baru bagi warga setempat.
"Langkah hilirisasi ini berpotensi menambah nilai ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Investor memang sudah menyampaikan keinginan untuk mengembangkan produk turunan CPO menjadi sabun,” ujar Aspiannur, pada Selasa (4/11/2025) lalu yang dilansir melalui radarbontang.com.
Aspiannur mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bontang berkomitmen penuh untuk mendukung proses investasi ini, khususnya dalam hal perizinan.
Ia menjelaskan bahwa kawasan industri tersebut telah memiliki Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
Ini berarti, proses birokrasi bagi investor akan lebih ringkas.
Jika pembangunan pabrik sabun ini dilanjutkan, investor hanya perlu menuntaskan proses Perizinan Bangunan Gedung (PBG).
Untuk memastikan kesiapan investor, Aspiannur bahkan telah melakukan kunjungan langsung ke PT EUP.
“Waktu itu saya sempat ke sana... Kami dari pemerintah siap mendukung dari sisi perizinan agar prosesnya bisa dipercepat,” tambahnya, menekankan bahwa percepatan izin adalah kunci untuk segera merealisasikan pabrik dan menyerap tenaga kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Radarbontang.com