Erna Tigayanti, Analis Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Malang. (Foto: Muhammad Olifiansyah/INDOZONE)
INDOZONE - Sebanyak 36 wartawan dari berbagai daerah, mulai dari Malang Raya, Sampang, hingga Bontang, resmi mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-59 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya.
Kegiatan yang digelar di Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang pada Jumat (28/11/2025) ini tidak hanya menjadi ajang uji profesionalisme, tetapi juga platform edukasi mengenai isu krusial literasi digital dan keamanan siber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang.
Di tengah acara tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang memberikan sesi edukasi penting yang berfokus pada waspada akses data dan jerat pinjaman ilegal.
Erna Tigayanti, Analis Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Malang, secara tegas meluruskan istilah yang sering salah di masyarakat.
"Sebutan yang benar untuk pinjaman berbasis teknologi yang sah saat ini adalah Pinjaman Daring (Pindar), bukan lagi Pinjaman Online (Pinjol)," ujarnya.
Erna menekankan bahwa pemahaman ini krusial untuk membedakan antara layanan keuangan yang legal dan yang ilegal, terutama dalam hal keamanan data.
Ia memaparkan, Pindar yang terdaftar di OJK hanya boleh mengakses tiga data pada perangkat pengguna yaitu kamera, mikrofon, dan lokasi.
Perlu diketahui juga Satgas Pasti telah menutup sebanyak 11.166 pinjaman online ilegal yang seringkali melanggar batas privasi dan menyalahgunakan data pribadi.
Baca juga: CIMB Niaga Perkuat Komitmen Inovasi Perbankan Digital dan Pengalaman Pelanggan Unggul
Ia juga menambahkan, per 22 Juli 2025, Pindar yang resmi dan terdata di OJK hanya berjumlah 96 platform.
"Pinjaman harusnya yang sudah terdata OJK," tegas Erna, menekankan perlunya kehati-hatian dalam mengakses layanan pinjaman digital.
Di Penutup, Erna juga menyoroti bahwa UMKM adalah sektor yang strategis untuk pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
"Lembaga jasa keuangan berperan penting sebagai mitra bagi UMKM untuk naik kelas. Namun, UMKM masih menghadapi empat tantangan utama, yaitu akses pembiayaan yang terbatas, literasi keuangan dan digital yang rendah, serta risiko keamanan," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung