Uji coba pembayaran parkir nontunai. (Foto: ANTARA)
KALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berakselerasi dalam transformasi digital dengan meluncurkan uji coba pembayaran parkir nontunai.
Mengambil lokasi di kawasan Balikpapan Permai, langkah ini menandai era baru pelayanan publik yang lebih modern, cepat, dan transparan melalui penggunaan sistem QRIS.
Inovasi ini bertujuan untuk membenahan layanan parkir tepi jalan umum sekaligus menjawab tantangan efisiensi pendataan yang selama ini menjadi fokus utama pemerintah.
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham, mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi ini bertujuan untuk meminimalisir transaksi tunai yang sulit terpantau.
“Uji coba ini menjadi momentum evaluasi, baik dari sisi teknis maupun kenyamanan masyarakat. Kami ingin memastikan pengelolaan retribusi parkir bebas dari praktik yang tidak sesuai aturan,” jelas Idham.
Baca juga: Berkedok Petugas Parkir, Pria di Samarinda Gasak Sembilan Baterai Motor Listrik
Sejalan dengan visi Smart City, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, menekankan bahwa digitalisasi parkir adalah langkah strategis karena bersentuhan langsung dengan rutinitas harian warga.
"Elektronifikasi ini mendorong tata kelola pelayanan publik yang lebih akuntabel. Keberhasilan di sektor parkir akan menjadi standar untuk mendorong digitalisasi di sektor lain, seperti kawasan wisata Pantai Manggar," ujar Robi.
Mengatasi Kesenjangan Target Pendapatan
Langkah digitalisasi ini juga menjadi solusi atas rendahnya capaian retribusi manual.
Data tahun 2025 menunjukkan realisasi retribusi parkir hanya mencapai Rp300 - 400 juta, sangat jauh dari target ambisius sebesar Rp2 miliar.
Sistem QRIS diharapkan mampu menutup celah kebocoran tersebut.
Jika hasil di Balikpapan Permai terbukti efektif meningkatkan pendapatan dan diterima dengan baik oleh publik, Pemkot Balikpapan berencana memperluas sistem pembayaran digital ini ke seluruh titik parkir strategis di Kota Beriman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur