Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 JANUARI 2026 • 12:15 WIB

Balikpapan Menuju Smart City: Bayar Parkir Tepi Jalan Kini Cukup Scan QRIS

Balikpapan Menuju Smart City: Bayar Parkir Tepi Jalan Kini Cukup Scan QRISUji coba pembayaran parkir nontunai. (Foto: ANTARA)
KALTIM -
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berakselerasi dalam transformasi digital dengan meluncurkan uji coba pembayaran parkir nontunai.

Mengambil lokasi di kawasan Balikpapan Permai, langkah ini menandai era baru pelayanan publik yang lebih modern, cepat, dan transparan melalui penggunaan sistem QRIS.

Inovasi ini bertujuan untuk membenahan layanan parkir tepi jalan umum sekaligus menjawab tantangan efisiensi pendataan yang selama ini menjadi fokus utama pemerintah.

Baca juga: BI Malang Paparkan Data QRIS di UKW Angkatan 59 PWI Malang Raya, Dorong Wartawan Dukung Ekonomi Digital

Transformasi Digital di Lapangan

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham, mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi ini bertujuan untuk meminimalisir transaksi tunai yang sulit terpantau.

  • Penggunaan Mesin EDC: Setiap petugas parkir di wilayah uji coba kini dibekali perangkat Electronic Data Capture (EDC).
  • Kemudahan Akses: Pengguna kendaraan tidak perlu lagi menyiapkan uang kecil. Saat akan meninggalkan lokasi, petugas akan memunculkan kode QRIS pada layar EDC untuk dipindai oleh pengemudi.
  • Transparansi: Setiap transaksi terekam secara real-time, memastikan retribusi masuk ke kas daerah secara akurat.

“Uji coba ini menjadi momentum evaluasi, baik dari sisi teknis maupun kenyamanan masyarakat. Kami ingin memastikan pengelolaan retribusi parkir bebas dari praktik yang tidak sesuai aturan,” jelas Idham.

Baca juga: Berkedok Petugas Parkir, Pria di Samarinda Gasak Sembilan Baterai Motor Listrik

Mendorong Budaya Nontunai

Sejalan dengan visi Smart City, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, menekankan bahwa digitalisasi parkir adalah langkah strategis karena bersentuhan langsung dengan rutinitas harian warga.

"Elektronifikasi ini mendorong tata kelola pelayanan publik yang lebih akuntabel. Keberhasilan di sektor parkir akan menjadi standar untuk mendorong digitalisasi di sektor lain, seperti kawasan wisata Pantai Manggar," ujar Robi.

Mengatasi Kesenjangan Target Pendapatan
Langkah digitalisasi ini juga menjadi solusi atas rendahnya capaian retribusi manual.

Data tahun 2025 menunjukkan realisasi retribusi parkir hanya mencapai Rp300 - 400 juta, sangat jauh dari target ambisius sebesar Rp2 miliar.

Sistem QRIS diharapkan mampu menutup celah kebocoran tersebut.

Jika hasil di Balikpapan Permai terbukti efektif meningkatkan pendapatan dan diterima dengan baik oleh publik, Pemkot Balikpapan berencana memperluas sistem pembayaran digital ini ke seluruh titik parkir strategis di Kota Beriman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Balikpapan Menuju Smart City: Bayar Parkir Tepi Jalan Kini Cukup Scan QRIS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!