Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 26 JANUARI 2026 • 17:59 WIB

Diskominfo Kaltim Tantang Media Arus Utama Rebut Kembali Kepercayaan Publik

Diskominfo Kaltim Tantang Media Arus Utama Rebut Kembali Kepercayaan PublikFoto bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal (Tengah), saat membuka Retreat JMSI Kaltim 2026. (Foto: Media Mitra Diskominfo Kaltim)
KALTIM -
Di tengah gempuran informasi instan yang didominasi oleh akun media sosial dan news influencer, media arus utama di Kalimantan Timur ditantang untuk membuktikan jati dirinya.

Pesan tajam ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, saat membuka Retreat JMSI Kaltim 2026, Rabu (21/01/2026) lalu.

Mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Faisal menegaskan bahwa jurnalisme profesional kini berada di persimpangan jalan antara kecepatan dan kebenaran.

Ia menyoroti fenomena disrupsi digital di mana siapa pun kini bisa menjadi produsen berita.

Namun, kecepatan yang ditawarkan oleh buzzer atau influencer sering kali tidak dibarengi dengan tanggung jawab jurnalistik maupun kode etik.

Baca juga: Kemenag Kaltim Gandeng Media, Perkuat Komunikasi Terbuka dan Moderasi Beragama di Era Digital

Menurut Faisal, media profesional sekarang tidak hanya bersaing dengan sesama perusahaan pers, tetapi juga dengan akun media sosial dan news influencer yang mampu menyebarkan informasi dalam hitungan detik.

Ia menekankan bahwa satu-satunya cara bagi jurnalis untuk tetap relevan dan merebut kembali kepercayaan publik adalah dengan memperkuat integritas, kompetensi, dan etika.

Tanpa itu, media legal akan kalah tertelan arus informasi yang sering kali bias.

Kegiatan retreat yang mengusung tema Jurnalis Masa Kini di Tengah Disrupsi Media dan Turbulensi Ekonomi Daerah ini dipandang sebagai momentum refleksi.

Faisal mengingatkan bahwa media tidak boleh terjebak dalam pola pikir lama.

Baca juga: Inovasi P2KBP3A Buol: Gandeng PT Media Creative Indonesia Produksi Film Edukasi Keluarga Berencana

Perubahan teknologi mengharuskan media arus utama untuk melakukan adaptasi teknis, adaptasi strategi, serta membangun relasi sehat dengan pemerintah dan dunia usaha.

Faisal juga menitipkan pesan penting mengenai narasi daerah.

Ia menegaskan bahwa memberitakan hal positif tentang Kaltim bukan berarti media menjadi corong kekuasaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Media Mitra Diskominfo Kaltim

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Diskominfo Kaltim Tantang Media Arus Utama Rebut Kembali Kepercayaan Publik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!