Wisata Lubang Raksasa. (Foto: Muhammad Olifiansyah/INDOZONE)
KALTIM - Sebutan Wisata Lubang Raksasa tampaknya mulai melekat pada ruas jalan lintas Samarinda - Sangatta.
Alih-alih mendapatkan aspal mulus, para pengguna jalan di Desa Suka Rahmat justru kembali disuguhi pemandangan truk bermuatan yang terkubur di tengah badan jalan pada Selasa pagi.
Insiden amblasnya truk bermuatan berat ini seolah menjadi monumen hidup atas lambatnya respons pemerintah terhadap kerusakan infrastruktur di Kalimantan Timur.
Truk tersebut terjebak begitu dalam di salah satu titik kerusakan yang menyerupai kubangan lumpur, membuat lalu lintas terkunci dari kedua arah.
Para sopir yang kerap melintas menyebut bahwa melintasi jalur ini bukan lagi soal kemahiran mengemudi, melainkan soal keberuntungan.
Baca juga: Niat Hati Ingin Pulang ke Malang, Santri Ini Malah Jadi Korban Perampasan Bermodus Fitnah di Jalanan
"Kalau lagi apes, ya seperti truk ini. Masuk lubang, as patah, lalu macet berjam-jam. Ini sudah jadi pemandangan harian di sini," sindir seorang pengendara motor yang harus bertaruh nyawa menyelip di antara antrean kendaraan.
Ketidakpastian kapan jalan ini akan diperbaiki secara permanen memicu komentar pedas dari warga sekitar.
Mereka menilai pemerintah terkesan melakukan pembiaran meski jalur ini berstatus akses vital bagi distribusi logistik dan industri.
"Kami sudah bosan lapor. Mungkin harus menunggu ada mobil pejabat yang amblas atau terbalik di sini baru perbaikannya dikerjakan dengan serius, bukan cuma tambal sulam yang kalau kena hujan langsung hilang lagi," ujar salah satu warga dengan nada satir.
Baca juga: Geger! Polisi Tangkap Joki dan Mekanik Balap Liar Kusuma Bangsa, Aroma Judi Jalanan Tercium
Akibat Wisata Lubang Raksasa ini, distribusi kebutuhan pokok ke Sangatta dan sekitarnya dipastikan terhambat.
Antrean kendaraan yang mengular hingga beberapa kilometer tidak hanya membuang waktu, tetapi juga membakar biaya operasional logistik yang tinggi.
Hingga sore hari, proses evakuasi masih berlangsung dengan alat seadanya.
Masyarakat hanya bisa berharap, kejadian ini tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi menjadi cambuk bagi instansi terkait untuk segera menurunkan alat berat dan memberikan solusi permanen bagi jalan penghubung antar-kabupaten ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung