Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 02 JUNI 2026 • 01:28 WIB

Gaungkan Pidato BPIP di Bontang, Aparatur Pemerintah Diminta Jamin Hak Masyarakat Kecil

Gaungkan Pidato BPIP di Bontang, Aparatur Pemerintah Diminta Jamin Hak Masyarakat KecilKegiatan kenegaraan yang sarat akan nilai-nilai kebangsaan ini dipusatkan di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang. (Foto: Hasan/Prokompim Kota Bontang)
KALTIM -
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan penuh rasa khidmat.

Kegiatan kenegaraan yang sarat akan nilai-nilai kebangsaan ini dipusatkan di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang pada Senin (1/6/2026).

Mewakili Wali Kota Bontang, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Soeharto, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.

Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) yang membawa pesan substantif kuat bagi para pemangku kebijakan di lingkungan pemerintahan.

Seluruh aparatur negara di Kota Taman ditekankan agar konsisten melahirkan kebijakan publik yang senantiasa berlandaskan pada asas keadilan sosial serta mampu menjamin hak-hak masyarakat kecil di lapangan.

Baca juga: Menguak Rahasia di Balik Sakralnya Upacara Adat Terbesar Kaltim

Refleksi Ideologi Pemersatu Bangsa dan Perdamaian Dunia

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema yang sarat akan pesan global, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Akhmad Soeharto menekankan bahwa momentum 1 Juni bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan belaka, melainkan kompas dalam mewujudkan perdamaian yang abadi.

"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan," ujar Akhmad Soeharto saat membacakan pidato nasional.

Naskah pidato tersebut juga menegaskan kembali tanggung jawab konstitusional Indonesia berdasarkan UUD 1945, terutama dalam ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan musyawarah dan mufakat.

Baca juga: Gubernur Kaltim Minta 52 PTN dan PTS Segera Refund UKT Mahasiswa Penerima Gratispol

Jajaran Pejabat Hadir Khidmat, Dorong 'Living Ideology'

Agenda ini turut dihadiri secara lengkap oleh jajaran pejabat teras daerah, mulai dari para asisten, Staf Ahli, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga seluruh Camat dan Lurah se-Kota Bontang.

Melalui momentum ini, pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mentransformasikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam tindakan nyata sehari-hari, bukan sekadar menjadi hiasan dinding atau teks sejarah masa lalu.

Sebagai penutup, jalannya upacara diakhiri dengan seruan bersama untuk memperkuat benteng pertahanan dalam melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme.

Pemkot Bontang bersama seluruh elemen yang hadir meneguhkan komitmen untuk terus menjaga persatuan, religiositas, dan nilai kemanusiaan demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PPID Kota Bontang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gaungkan Pidato BPIP di Bontang, Aparatur Pemerintah Diminta Jamin Hak Masyarakat Kecil

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!