KALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis, salah satunya melalui penambahan 10.553 Sambungan Rumah (SR) Jaringan Gas Bumi (Jargas) Rumah Tangga yang didanai melalui APBN.
Program ini diklaim sebagai wujud nyata sinergi pusat dan daerah untuk menghadirkan energi yang lebih murah, bersih, dan aman bagi masyarakat.
Kepastian ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Pembangunan Jaringan Gas Bumi (Jargas) Rumah Tangga Paket 4 yang digelar oleh Bagian Ekonomi Setda di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (9/12) lalu.
Acara sosialisasi dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sony Suwito Adi Cahyono, yang mewakili Wali Kota Bontang.
Baca juga: Polres Bontang Sita Ribuan Pil LL di Rusunawa dan Pemukiman Warga
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot turut mendatangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jargas Paket 4, Yunando, beserta tim dari Kementerian ESDM untuk memaparkan teknis dan manfaat program.
Dalam sambutannya, Sony Suwito Adi Cahyono menyoroti pentingnya program ini, terutama di tengah tekanan anggaran daerah.
“Meskipun APBD Kota Bontang Tahun 2026 mengalami tekanan akibat penurunan dana transfer pusat hingga 37,76 persen, Pemkot tetap berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar pembangunan strategis tetap berjalan,” tegas Sony.
Ia menyebut keberhasilan mendapatkan kuota 10.553 SR Jargas dari APBN melalui Kementerian ESDM RI sebagai bukti sinergi yang kuat dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: 188 Anak Disabilitas Bontang Unjuk Gigi di Kejuaraan Paralimpik 2025
Sony juga menegaskan bahwa pembangunan jargas bukan sekadar pekerjaan teknis menanam pipa.
“Sosialisasi hari ini sangat penting karena pembangunan infrastruktur gas bumi bukan sekadar proyek fisik, melainkan program transformasi energi dan ekonomi,” jelasnya.
Program Jargas ini dipaparkan memiliki dampak besar pada efisiensi keuangan rumah tangga.
Menurut Sony, pemanfaatan jargas memungkinkan masyarakat merasakan penghematan signifikan dibandingkan penggunaan LPG tabung.
"Dana yang biasanya habis untuk energi dapat dialihkan untuk kebutuhan gizi maupun pendidikan anak,” ujar Sony, menggarisbawahi dampak ekonomi program ini.
Selain manfaat ekonomi, gas bumi juga merupakan energi yang lebih bersih, selaras dengan cita-cita Bontang sebagai Green City.
Dari sisi kenyamanan, jargas memberikan kemudahan lebih bagi warga.
"Masyarakat tidak perlu lagi khawatir kehabisan gas di tengah malam saat memasak. Aktivitas harian menjadi lebih lancar dan aman,” tambahnya.
Sony turut menyinggung bahwa pembangunan Jargas di Bontang memiliki sejarah panjang, di mana sejak tahun 2011 hingga 2018 telah terbangun lebih dari 18.000 SR.
Hal ini menunjukkan upaya maksimal pemerintah daerah yang terus berlanjut untuk memberikan pelayanan publik terbaik.
Acara sosialisasi dihadiri sejumlah kepala OPD, pimpinan Perusda seperti Bontang Migas Energi (BME), para lurah, serta perwakilan masyarakat, dan ditutup dengan pemaparan teknis, diskusi, dan sesi tanya jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang