Minggu, 18 JANUARI 2026 • 00:00 WIB

Cek Fakta: Dinkes Kaltim Tegaskan Superflu Tidak Lebih Berbahaya dari COVID-19, Masyarakat Diminta Tenang

Author

Dinkes Kaltim melakukan vaksinasi influenza rutin setahun sekali. (Foto: Ahmad Rifandi/ANTARA)
KALTIM -
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) angkat bicara untuk meluruskan informasi keliru yang beredar luas di media sosial mengenai fenomena Superflu.

Dinkes menegaskan bahwa narasi yang menyebut Superflu lebih berbahaya daripada COVID-19 adalah hoaks atau informasi yang menyesatkan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, Eryariyatin, menyatakan bahwa meskipun kewaspadaan tetap diperlukan, masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan.

Bukan Virus Baru

Eryariyatin menjelaskan bahwa istilah Superflu sebenarnya merujuk pada Influenza Tipe A atau H3N2.

Ia menegaskan bahwa virus ini bukanlah jenis virus baru yang muncul secara misterius.

Baca juga: Siaga! Superflu Masuk RI, Dinkes Kaltim Peringatkan Warga: Durasi Sakit Lebih dari 14 Hari!

"Kami perlu meluruskan informasi keliru atau hoaks yang beredar di media sosial. Menteri Kesehatan telah menegaskan bahwa H3N2 bukanlah jenis virus baru dan tingkat fatalitasnya tidak mematikan seperti pandemi COVID-19," jelasnya.

Mengapa Disebut "Super"?

Sebutan Superflu sendiri muncul sebagai bahasa populer karena karakteristik penularannya yang lebih cepat dan gejala klinis yang lebih berat dibandingkan flu biasa (H1N1).

Pasien yang terinfeksi umumnya akan mengalami deman tinggi dan nyeri sendi hebat, batuk, pilek, hingga badan lemas yang signifikan, dan risiko komplikasi serius pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan pemilik komorbid.

Vaksinasi: Langkah Tangkal Hoaks dengan Fakta Medis

Sebagai jawaban atas kekhawatiran masyarakat, Dinkes Kaltim mendorong tindakan nyata berupa vaksinasi influenza rutin setahun sekali.

Baca juga: Tak Hanya Kejar Target Kunjungan, Kaltim Siapkan Fasilitas Wisata Gratis Berkualitas Lewat Penguatan SDM

Langkah ini terbukti secara medis mampu mencegah komplikasi kesehatan yang serius akibat virus H3N2.

"Imunisasi menjadi krusial karena terbukti mampu mencegah terjadinya komplikasi kesehatan serius. Masyarakat dapat mengakses layanan ini di berbagai klinik maupun Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dengan biaya terjangkau," tambahnya.

Selain vaksin, Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk kembali memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga asupan gizi seimbang sebagai pertahanan alami tubuh di masa pancaroba ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU