Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 11:33 WIB

Niat Hati Ingin Pulang ke Malang, Santri Ini Malah Jadi Korban Perampasan Bermodus Fitnah di Jalanan

Author

NR melakukan pelaporan ke kantor polisi untuk memberikan penjelasan. (Foto: Muhammad Olifiansyah/INDOZONE)
KALTIM -
Rencana kepulangan seorang santri berinisial NR ke Malang harus berubah menjadi mimpi buruk.

Alih-alih sampai di terminal bus untuk bertemu keluarga, NR justru menjadi korban aksi perampasan terencana dengan modus fitnah dan tuduhan palsu di pinggir jalan pada Jumat  (30/1/2026) lalu.

Peristiwa pilu ini bermula sekitar pukul 16.30 WITA. Sembari menenteng tas biru berisi bekal perjalanan dan tabungan dalam mata uang asing, NR bersama rekannya, S, tengah menunggu angkutan daring (Grab) yang akan membawa mereka ke terminal bus.

Namun, perjalanan yang dinanti-nanti itu seketika buyar saat empat orang tak dikenal menghampiri mereka.

Baca juga: Pakai Modus Penjualan Fiktif, Oknum Sales di Sungai Kunjang Gelapkan Puluhan Faktur Perusahaan

Difitnah Sebagai Jambret

Tanpa basa-basi, para pelaku yang mengendarai dua sepeda motor langsung melayangkan tuduhan keji.

Salah satu pelaku mengklaim bahwa NR adalah orang yang telah menjambret keponakannya.

Di bawah tekanan dan intimidasi, NR dipaksa ikut naik ke motor pelaku dengan alasan akan dikonfrontasi di lokasi keponakannya berada.

Karena merasa tidak bersalah dan dalam kondisi terdesak, NR terpaksa menuruti kemauan pelaku.

Sebelum pergi, ia menitipkan tas birunya kepada rekannya, S.

Namun, itu adalah awal dari skenario penipuan yang lebih licik.

Baca juga: Ratusan Botol Miras Ilegal Disita di Suryanata, Satpol PP Bongkar Modus Penyimpanan di Dalam Mobil

Skenario Licik Gasak Ribuan Dollar dan Riyal

Sementara NR dibawa menjauh ke tempat yang asing, anggota komplotan lainnya kembali mendatangi S.

Dengan dalih NR membutuhkan kartu identitas yang ada di dalam tas untuk urusan di tempat keponakan, pelaku berhasil mengelabui S agar menyerahkan tas tersebut.

S baru menyadari dirinya tertipu setelah pelaku memberikan kembali tas tersebut namun dalam kondisi kosong melompong.

Uang tunai senilai 5.000 SAR (Riyal Arab Saudi) dan 400 USD (Dollar Amerika) milik NR telah ludes digasak pelaku yang langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Menuntut Keadilan di Kantor Polisi

Meski sempat berusaha mengejar dibantu warga sekitar, pelaku utama berhasil menghilang.

Tak putus asa, NR dan S yang kemudian bertemu kembali di titik awal, berhasil mengamankan salah satu pria berinisial R yang diduga merupakan bagian dari komplotan tersebut.

Meski R mengelak, NR dengan tegas membawanya ke kantor polisi untuk meminta penjelasan.

"Saya hanya ingin keadilan, uang itu adalah tabungan saya," ungkap NR saat menceritakan kronologi kejadian di hadapan petugas.

Hingga hari ini, NR masih menunggu kabar dari kepolisian terkait perkembangan interogasi terhadap R dan pengejaran pelaku utama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU