Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 22:05 WIB

Kutim Juara Serap Tenaga Kerja, Balikpapan Pimpin Nilai Investasi Terbesar di Kaltim

Author

Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berbagi peran sebagai motor penggerak ekonomi utama di Benua Etam. (Foto: Ahmad Rifandi/ANTARA)
KALTIM -
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur merilis capaian investasi sepanjang tahun 2025 dengan hasil yang mengesankan.

Dalam laporan tersebut, Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berbagi peran sebagai motor penggerak ekonomi utama di Benua Etam dengan keunggulan di sektor yang berbeda.

Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menyebutkan bahwa aliran modal ke Kalimantan Timur menunjukkan distribusi yang signifikan di tiga wilayah favorit investor, yakni Balikpapan, Kutim, dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Dari sisi perolehan nilai modal, Kota Balikpapan menduduki kasta tertinggi dengan realisasi investasi mencapai Rp27,25 triliun.

Baca juga: Tekan Angka Pengangguran, Investasi Rp70,4 Triliun di Kaltim Serap 50.706 Pekerja

Angka ini menempatkan Balikpapan sebagai tujuan utama bagi para pemodal yang masuk ke Kalimantan Timur.

Menyusul di posisi kedua, Kabupaten Kutai Timur mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp20 triliun, dan Kabupaten Kutai Kartanegara menyumbang nilai investasi sebesar Rp12,82 triliun.

Secara total, investasi di Kaltim tahun 2025 menembus Rp87,78 triliun, atau 109 persen melampaui target nasional.

Baca juga: Investasi di Bestprofit Future (BPF) Malang Didominasi Gen Z



Meski Balikpapan memimpin secara nominal, Kabupaten Kutai Timur tampil sebagai juara dalam dampak sosial berupa penyerapan tenaga kerja.

Tercatat, sebanyak 20.045 tenaga kerja baru terserap di Kutim melalui kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Bahkan pada kategori Penanaman Modal Asing (PMA), Kutai Timur kembali unggul dengan menyerap 7.061 tenaga kerja, melampaui capaian Kutai Kartanegara dan Kutai Barat.

"Sektor pertambangan, industri kimia, perkebunan, dan pangan tetap menjadi magnet utama. Dampak nyata yang kita rasakan adalah terbukanya lapangan kerja yang luas bagi masyarakat, khususnya di Kutai Timur," jelas Fahmi Prima Laksana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA News Kalimantan Timur

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU