Rabu, 15 APRIL 2026 • 18:52 WIB

Udang Windu Kaltim Dominasi Pasar Amerika dan Inggris

Author

Udang Windu. (Foto: aquariumstocking.com/unsplash.com)
KALTIM -
Produk perikanan Kalimantan Timur (Kaltim) semakin mengukuhkan posisinya sebagai "emas hitam" di pasar internasional.

Memasuki kuartal pertama tahun 2026, udang windu beku asal Benua Etam sukses merajai permintaan pasar global, bahkan hingga menembus standar ketat di Amerika Serikat dan Inggris.

Keberhasilan ini membawa angin segar bagi perekonomian daerah dengan capaian nilai ekspor yang sangat signifikan.

Baca juga: Andalkan Kalimantan Timur Pusat Ekspor Batu Bara Indonesia, Pemerintah Diminta Segera Alihkan Keuntungan ke Energi Surya

Ekspor Tiga Bulan Tembus Angka Rp122 Miliar

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim, volume ekspor produk perikanan Bumi Mulawarman pada periode Januari hingga Maret 2026 telah mencapai 670,3 ton.

Dari aktivitas perdagangan tersebut, Kaltim berhasil membukukan nilai transaksi fantastis sebesar Rp122,7 miliar.

Prestasi ini menempatkan sektor perikanan sebagai salah satu pilar utama penguat ketahanan ekonomi daerah di awal tahun ini.

Baca juga: Coklat Berau Mendunia! Diakui Merek Nasional, Kini DPRD Minta Skema Ekspor Kakao Segera Dioptimalkan

Udang Windu dan Pink Jadi Primadona Ekspor

Kualitas udang windu dan udang pink beku dari tambak-tambak di Kaltim menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan global.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, mengungkapkan bahwa udang windu secara konsisten memberikan sumbangan terbesar setiap bulannya.

"Sejak awal tahun, udang windu dan udang pink beku terus menjadi primadona. Bahkan, udang windu sendiri mendominasi lebih dari separuh total volume ekspor," jelas Irma di Samarinda.

Baca juga: Ekspor Perdana Rumput Laut 15 Ton ke India, Bukti Bontang Siap Jadi Pusat Maritim Dunia

Puncak Permintaan pada Februari: Raup Rp47,3 Miliar

Momentum ekspor tertinggi tercatat terjadi pada bulan Februari 2026.

Meski jenis komoditas yang dikirim tidak terlalu variatif, volume pengiriman melonjak drastis hingga mencapai 238,05 ton.

Tingginya antusiasme pasar internasional terhadap udang windu kualitas premium pada bulan tersebut berhasil mendongkrak nilai transaksi hingga menyentuh angka Rp47,3 miliar hanya dalam satu bulan saja.

Baca juga: Bongkar Skandal Impor di Balikpapan, Prabowo Sentil Orang Pintar yang Serakah di Tubuh Pertamina

Melanglang Buana ke Pasar Asia hingga Barat

Jangkauan ekspor Kaltim kini telah meluas melampaui kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Selain merambah Tiongkok dan Hong Kong melalui pengiriman ikan kerapu serta bawal segar, udang Kaltim juga sukses menembus pasar barat yang dikenal memiliki protokol keamanan pangan yang sangat ketat, seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Hal ini membuktikan bahwa standar budidaya petambak lokal telah memenuhi kriteria internasional.

Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Avtur Internasional di Indonesia Melonjak 80 Persen

Dukungan Terhadap Kemandirian Pangan Nasional

Kepala DKP Provinsi Kaltim, Irhan Humaidy, menegaskan bahwa tren positif ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap visi Astacita Presiden Prabowo terkait kemandirian pangan.

“Kami di sektor perikanan Kaltim siap menjadi garda depan dalam penyediaan protein hewani yang berkualitas,” tegas Irhan.

Pihaknya berharap keberhasilan ini terus berkelanjutan sehingga dampak ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan langsung dalam bentuk peningkatan kesejahteraan para nelayan dan petambak di Kalimantan Timur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Kaltim

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU