Sungai Mahakam berdiri sebagai sungai utama dengan panjang mencapai 920 km. (Foto: indonesia.travel)
KALTIM - Tak kenal maka tak sayang, kalimat ini sangat tepat untuk menggambarkan betapa krusialnya peran sungai bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Di Benua Etam, sungai bukan sekadar fenomena alam berupa aliran air, melainkan jalur peradaban yang telah menghubungkan manusia, budaya, dan ekonomi sejak zaman Kerajaan Kutai Martadipura hingga era modern saat ini.
Baca juga: Menjaga Warisan Alam Benua Etam: Misi Penyelamatan Pesut Mahakam dari Sampah Plastik
Sungai Mahakam berdiri sebagai sungai utama dengan panjang mencapai 920 km, menjadikannya salah satu jalur transportasi air paling vital di Indonesia.
Berhulu di Pegunungan Muller yang berbatasan dengan Kalimantan Barat dan bermuara di Selat Makassar melalui Delta Mahakam, sungai ini menjadi jalur utama distribusi sumber daya alam.
Selain Mahakam, Kaltim juga didukung oleh aliran sungai besar lainnya seperti Sungai Kelay di Berau dan Sungai Kandilo di Paser yang turut menopang aktivitas logistik regional.
Baca juga: Menjelajahi Jantung Hijau Kaltim: Mengenal 5 Primata Asli Penghuni Hutan Wehea hingga Mahakam
Statusnya sebagai "urat nadi" kini meluas ke sektor pariwisata melalui konsep wisata susur sungai.
Di Samarinda, kehadiran Kapal Pesiar Pesut Mahakam telah menjadi primadona baru.
Pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan matahari terbenam (sunset) yang memukau, tetapi juga pengalaman unik menyaksikan langsung denyut ekonomi Kaltim, yakni aktivitas bongkar muat batu bara di sepanjang aliran sungai yang tidak pernah berhenti.
Baca juga: Begini Cara Polres Ringkus 4 Tersangka Curanmor dalam Operasi Jaran Mahakam
Di balik fungsi ekonominya, Sungai Mahakam merupakan rumah bagi ekosistem yang sangat bernilai secara sains dan konservasi.
Sungai ini merupakan habitat terakhir bagi Pesut Mahakam, mamalia air tawar langka yang menjadi ikon kebanggaan Kalimantan Timur.
Keberadaan satwa ini menjadi pengingat bahwa kelestarian sungai adalah hal mutlak yang harus dijaga demi keseimbangan alam.
Menjaga ekosistem bantaran sungai kini menjadi fokus utama pemerintah dan berbagai komunitas lingkungan setempat.
Ancaman sampah plastik menjadi tantangan serius yang dapat mengganggu kualitas air dan mengancam populasi Pesut Mahakam.
Komitmen untuk menjaga kebersihan sungai bukan lagi sekadar himbauan, melainkan keharusan untuk memastikan Sungai Mahakam tetap menjadi sumber kehidupan dan warisan peradaban bagi generasi Kalimantan Timur di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber