Taman Nasional Kutai (TNK). (Foto: Wikipedia)
KALTIM - Kalimantan Timur menyimpan salah satu harta karun konservasi dunia yang menjadi magnet bagi para pecinta alam, yaitu Taman Nasional Kutai (TNK).
Dengan luas kawasan yang mencapai ratusan ribu hektare, TNK bukan sekadar hamparan hutan hijau, melainkan benteng pertahanan terakhir bagi ribuan spesies flora dan fauna endemik Kalimantan.
Di sini, konsep sustainable tourism atau wisata berkelanjutan diterapkan secara ketat demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis.
Baca juga: Taman Cerdas PKK Samarinda Raih Anugerah RBRA 2026, Bukti Komitmen Kota Layak Anak
TNK telah lama dikenal sebagai habitat asli Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
Namun, daya tarik kawasan ini tidak berhenti di sana.
Pengunjung yang melakukan eksplorasi dapat menjumpai bekantan, rusa sambar, hingga beragam jenis burung enggang yang ikonik.
Dari sisi flora, kawasan ini merupakan tempat perlindungan bagi kayu ulin yang melegenda serta berbagai jenis anggrek hutan langka yang menjadi kekayaan botani luar biasa di tanah Borneo.
Baca juga: AKBP Widho Anriano Buka Ruang Kritik, Ajak Insan Pers Bersinergi Jaga Kondusivitas Kota Taman
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik, kawasan Prevab di Mentoko menawarkan rute trekking paling favorit.
Di lokasi ini, pengunjung bisa merasakan sensasi berjalan di bawah tajuk hutan purba yang menjulang tinggi, memberikan gambaran nyata tentang kemegahan paru-paru dunia.
Jalur ini dirancang sedemikian rupa agar wisatawan dapat berinteraksi dengan alam tanpa merusak struktur vegetasi yang ada di sekitarnya.
Sebagai komitmen terhadap pelestarian, Taman Nasional Kutai menerapkan aturan kunjungan yang tidak bisa ditawar.
Setiap pengunjung wajib didampingi oleh pemandu (guide) resmi untuk memastikan keamanan dan pemberian informasi yang akurat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber