200 guru dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti pelatihan "Microsoft Elevate: AI for Educators". (Foto: Syeh/Prokompim Kota Bontang)
KALTIM - Sebanyak 200 guru dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti pelatihan "Microsoft Elevate: AI for Educators", sebuah program prestisius yang mengadopsi kurikulum teknologi mutakhir layaknya di negara-negara maju.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bontang, PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), Microsoft, dan Biji-Biji Initiative ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (12/1/2026) kemarin.
CEO Biji-Biji Initiative, Rashvin Pal Singh, yang hadir langsung dari Malaysia, menegaskan bahwa para guru di Bontang mendapatkan materi yang sama dengan pendidik di negara-negara pemimpin teknologi.
Baca juga: Menelusuri Sejarah, Evolusi, dan Peran Strategis Pasar Tradisional Bontang di Era Modern
"Materi pelatihan ini berstandar internasional, sama dengan kurikulum yang diterapkan di Jepang, Amerika Serikat, hingga Brasil. Kami ingin memastikan guru di Bontang memiliki kesiapan teknologi yang setara dengan rekan sejawatnya di tingkat global,” tegas Rashvin.
Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi akan menjalani pendampingan daring selama enam bulan ke depan untuk meraih sertifikasi internasional dari Microsoft.
Wali Kota Neni Moerniaeni menyambut baik standar tinggi yang diterapkan dalam pelatihan ini.
Ia mengingatkan bahwa di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), guru tidak boleh kalah langkah dari murid-muridnya yang merupakan warga asli digital (digital native).
Baca juga: Bukan Lagi Kota Industri Semata, Gubernur Rudy Mas’ud Dorong Bontang Jadi Model Kota Pejalan Kaki
“Guru harus lebih cerdas dan adaptif dibandingkan muridnya. Teknologi AI sudah merambah berbagai sektor, kita tidak boleh tertinggal. Saya sangat mengapresiasi sinergi lintas sektor ini yang berkontribusi nyata bagi peningkatan kompetensi guru di Bontang,” ujar Neni.
Untuk mendukung penerapan ilmu AI tersebut, Wali Kota juga menegaskan komitmennya dalam penyediaan perangkat kerja.
Selain program One Teacher One Laptop bagi guru negeri, pemerintah terus mendorong pihak swasta melalui dana CSR untuk membantu pengadaan laptop bagi guru swasta agar transformasi digital berjalan merata.
Perwakilan PT KNI, Rheza Zacharias, menambahkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini adalah bentuk investasi sumber daya manusia demi masa depan Bontang yang lebih kompetitif.
Pelatihan yang berlangsung secara luring pada 12-13 Januari kemarin menjadi tonggak baru bagi dunia pendidikan di Bontang, di mana para guru diharapkan mampu mengintegrasikan AI ke dalam ruang kelas dengan standar yang diakui secara internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang