Islamic Center Samarinda. (Foto: Lidya Zulfina Rahmawati/Google Maps.com)
KALTIM - Seiring dengan posisi Kalimantan Timur yang kian strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), berbagai fasilitas ikonik di daerah ini terus mencuri perhatian dunia.
Salah satu yang paling menonjol adalah Masjid Baitul Muttaqien, atau yang lebih dikenal sebagai Islamic Center Samarinda, yang kini berdiri tegak sebagai pusat peradaban dan wisata religi di tanah Borneo.
Baca juga: Abaikan Peringatan Berulang, PKL di Depan Islamic Center Samarinda Ditertibkan Satpol PP
Salah satu keunikan yang menjadi ciri khas utama masjid ini adalah keberadaan total 7 menara yang mengelilingi bangunan utama.
Namun, perhatian setiap pengunjung pasti akan tertuju pada menara utamanya yang menjulang sangat tinggi.
Dilansir melalui laman resmi Pemerintah Kota Samarinda, menara utama tersebut dibangun setinggi 99 meter.
Angka ini bukanlah kebetulan, melainkan sebuah simbol filosofis yang melambangkan Asmaul Husna atau 99 nama-nama baik Allah.
Keberadaannya di langit Samarinda seolah menjadi pengingat spiritual bagi siapa saja yang memandangnya dari kejauhan.
Baca juga: Masjid Cheng Hoo Samarinda: Di Mana Relief Naga dan Patung Singa Bersanding dengan Kaligrafi
Sejarah Islamic Center Samarinda yang di tampilkan di area Masjid. (Foto: Istimewa)
Kemegahan Masjid Baitul Muttaqien tidak hanya terletak pada tingginya menara, tetapi juga pada detail arsitekturnya.
Desain masjid ini secara khusus mengambil inspirasi dari kemegahan Masjid Nabawi di Madinah, yang kemudian dipadukan dengan sentuhan modernitas.
Hal ini menciptakan suasana syahdu dan megah, menjadikannya destinasi yang sangat diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Berlokasi tepat di tepian Sungai Mahakam, masjid ini menawarkan pemandangan yang kontras namun harmonis antara aliran sungai terbesar di Kaltim dengan kubah serta menara masjid yang megah.
Kombinasi lokasi strategis dan nilai filosofis yang kuat menjadikan Islamic Center Samarinda sebagai landmark yang tak terpisahkan dari identitas "Kota Tepian".
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber