KALTIM - Perumda Varia Niaga terus memutar otak untuk memastikan Teras Samarinda tetap menjadi primadona warga sekaligus penyumbang pendapatan daerah yang stabil.
Sebagai pengelola, Varia Niaga menilai bahwa pengelolaan ruang publik di Samarinda memerlukan sentuhan inovasi modern agar aktivitas ekonomi di dalamnya terus berkelanjutan dan tidak membosankan.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan ruang publik terletak pada traffic atau arus pengunjung yang konsisten.
Modernisasi Fasilitas: Jet Ski hingga Teknologi Robotik
Untuk meningkatkan daya tarik pada tahun 2026, sejumlah fasilitas kelas dunia direncanakan akan segera hadir menghiasi kawasan Teras Samarinda.
Salah satu yang paling dinantikan adalah wahana jet ski ramah keluarga yang akan memanfaatkan potensi Sungai Mahakam.
Tak hanya soal hiburan, sisi operasional juga akan diperbarui dengan penggunaan teknologi robotik untuk menjaga kebersihan kawasan.
Langkah ini diambil guna memastikan standar kebersihan tetap terjaga di tengah tingginya antusiasme masyarakat yang berkunjung.
"Kami ingin Teras Samarinda berkembang sebagai ruang publik yang nyaman, modern, dan tetap memberi nilai ekonomi jangka panjang bagi daerah," ujar Syamsuddin, Sabtu (7/2/2026).
Selain itu, atraksi drone juga disiapkan sebagai hiburan publik secara berkala.
Baca juga: Samarinda Goes To USA: Pemkot Jajaki Peluang Beasiswa Siswa Terbaik ke Universitas Ternama Amerika
Strategi Pemulihan Ekonomi di Fase Awal
Syamsuddin tidak menampik bahwa pengelolaan ruang publik di Samarinda ini sempat mengalami kerugian pada fase awal operasionalnya di akhir 2024.
Hal ini dikarenakan fokus pengelola yang masih tertuju pada pembangunan ekosistem pengunjung dan keterbatasan kewenangan bisnis.
Namun, sejak dibukanya Teluk Lerong Space (TLS) pada Agustus 2025, arus kunjungan mulai menunjukkan tren positif.
Area eks SPBU tersebut kini menjadi penggerak ekonomi baru melalui penataan sektor kuliner dengan konsep food truck yang dikurasi secara ketat.
Menuju Kontribusi PAD yang Lebih Besar
Hingga saat ini, kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Teras Samarinda baru didominasi oleh sektor perparkiran dengan porsi sekitar 10 persen.
Sementara itu, pendapatan dari sektor lainnya masih diprioritaskan untuk menutup biaya operasional dan menyeimbangkan neraca keuangan dari kerugian fase awal.
"Teras ini bukan sekadar tempat usaha, tapi ruang publik. Kalau pengunjung tidak terbangun, bisnis di dalamnya juga tidak akan hidup,” tegas Syamsuddin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung