Ilustrasi Generated AI
KALTIM - Di tengah hiruk pikuk kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap melanda berbagai daerah menjelang akhir tahun, Pasar Sangatta Utara, Kutai Timur, justru tampil beda! Warga di sini boleh bernapas lega, bahkan mungkin membuat iri banyak daerah lain, karena harga sejumlah komoditas utama terpantau luar biasa stabil dan terjangkau hingga akhir Oktober 2025.
Hasil pemantauan rutin Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sangatta Utara, menunjukkan tidak ada lonjakan harga yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan data pemantauan per 31 Oktober 2025, harga beras di pasaran masih bertahan di kisaran Rp100 ribu hingga Rp415 ribu per kemasan, tergantung merek dan ukuran.
Bayangkan, beras merek Raja Lele ukuran 5 kilogram masih dijual Rp100 ribu, sementara beras premium Ray-Ken Dua Pinguin kemasan 25 kilogram dijual Rp385 ribu di beberapa toko, termasuk Toko H. Ita dan Toko Devi.
Baca juga: Gempuran Online Shop Melumpuhkan Pasar Induk Sangatta, Pedagang Pakaian Menjerit
Stabilitas yang patut diacungi jempol juga terlihat pada harga minyak goreng.
Minyak curah dijual Rp17 ribu per liter, dan merek kemasan favorit seperti Bimoli 2 liter serta Sunco 2 liter dibanderol sekitar Rp48 ribu.
Bahkan, harga Minyak Kita yang sering jadi incaran, masih terjaga di angka Rp17 ribu per liter.
Komoditas daging dan telur pun tak kalah bikin takjub, tidak ada perubahan harga yang mencolok, dengan harga daging sapi potong lokal Rp150 ribu per kilogram, dan yang paling menarik perhatian daging ayam broiler hanya Rp45 ribu per kilogram.
Di kategori bumbu dapur, harga sebagian besar cabai masih terkendali dan bersahabat diantaranya Cabai merah besar dan cabai keriting Rp55 ribu per kilogram, Cabai hijau besar Rp35 ribu per kilogram, Bawang merah Rp45 ribu per kilogram, dan Bawang putih dan bawang bombai Stabil di kisaran Rp35 ribu per kilogram.
Harga sayur-mayur juga berada dalam batas yang sangat wajar.
Komoditas seperti kentang, wortel, dan kembang kol berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Sawi putih dan sawi hijau pun masih dijual dengan harga terjangkau, sekitar Rp7 ribu per ikat.
Kepala UPT Pasar Sangatta Utara, Bohari, mengonfirmasi bahwa pemantauan harga ini rutin dilakukan untuk menjaga stabilitas dan memastikan ketersediaan stok, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber