Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 19:15 WIB

Samarinda Jadi Pusat Gerakan Nasional “Zero Compromise” dalam Kampanye Keselamatan Pelayaran 2025

Samarinda Jadi Pusat Gerakan Nasional “Zero Compromise” dalam Kampanye Keselamatan Pelayaran 2025Acara yang digelar di Hotel Fugo Samarinda. (Foto: Diskominfo Samarinda)
KALTIM -
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi memusatkan pelaksanaan Kampanye Keselamatan Pelayaran 2025 di Kota Samarinda.

Gerakan ini mengusung tema tegas “Zero Compromise for Safety” sebagai upaya kolektif menekan angka kecelakaan di sektor transportasi laut dan sungai.

Acara yang digelar di Hotel Fugo Samarinda, Jumat (12/12/2025) pagi, ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Drs. Suntana, M.Si., Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., serta jajaran pemerintah provinsi, Direktur Pusat Perencanaan dan Pengawasan Transportasi Laut, Kepala KSOP Kelas I Samarinda, dan para pemangku kepentingan pelayaran.

Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa transportasi laut adalah urat nadi yang sangat penting dalam memperkuat konektivitas dan perekonomian nasional.

Baca juga: LC Asal Jabar Tewas Usai Tugas di Samarinda, Polisi Turun Tangan Telusuri Dugaan Overdosis di Kamar Mandi

Oleh karena itu, menciptakan penyelenggaraan pelayaran yang selamat, aman, tertib, dan berdaya saing adalah tanggung jawab bersama.

Mengacu pada tema “Zero Compromise for Safety”, Saefuddin Zuhri menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap kelalaian, pelanggaran, atau tindakan apa pun yang dapat berujung pada kecelakaan.

"Pemkot Samarinda juga mengapresiasi penyerahan dokumen legalitas kapal seperti SKK dan pas kecil, yang merupakan bagian vital dari sistem keselamatan pelayaran,” tambahnya.

Saefuddin juga menyoroti padatnya aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam dan berharap edukasi keselamatan yang intensif dapat terus menjangkau awak kapal, masyarakat pesisir, dan pelaku usaha, sehingga kesadaran kolektif terhadap keselamatan dapat meningkat drastis.

Baca juga:  Sudah Dua Kali Viral, Polisi Samarinda Heran Layanan Pengawalan Jenazah Gratis Justru Jarang Dimanfaatkan Warga

Sementara itu, Wamenhub Drs. Suntana, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang berperan aktif dalam kegiatan ini.

Ia juga menyampaikan salam dari Menteri Perhubungan yang tengah bertugas di Sumatra untuk memastikan kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban bencana—yang mana penyerahan bantuan secara simbolis juga dirangkai dalam acara di Samarinda ini.

Dalam arahannya, Wamenhub menekankan bahwa kepatuhan dan kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mencegah kecelakaan di laut, terutama mengingat sulitnya memprediksi kondisi cuaca.

“Tidak ada kompromi untuk keselamatan. Semua pihak wajib mematuhi aturan, mulai dari SPB (Surat Persetujuan Berlayar), kelengkapan alat keselamatan, kompetensi awak kapal, hingga ketentuan muatan,” tegas Wamenhub Suntana.

Menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Wamenhub meminta dilakukan evaluasi mendalam terhadap ketersediaan kapal penyeberangan di Kalimantan Timur.

Ia memastikan Kemenhub siap menyiapkan kapal tambahan dari wilayah lain jika diperlukan, demi menjamin pelayanan optimal bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Samarinda

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Samarinda Jadi Pusat Gerakan Nasional “Zero Compromise” dalam Kampanye Keselamatan Pelayaran 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!