Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 16 Samarinda pada Jumat (27/2/2026) sore. (Foto: Dok Pimpinan)
KALTIM - Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 16 Samarinda pada Jumat (27/2/2026) sore.
Kehadiran orang nomor dua di Samarinda tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota (Pemkot) dalam mempererat sinergi dengan dunia pendidikan, khususnya dalam upaya pembentukan karakter generasi muda di wilayah Sempaja Timur.
Acara penutupan yang berlangsung khidmat di Jalan Bengkuring Raya 2 ini diawali dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah oleh seluruh siswa di halaman sekolah.
Suasana religius semakin terasa saat rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi khataman Al-Qur’an yang diikuti dengan buka puasa bersama antara jajaran guru dan pelajar.
Baca juga: Jaga Estetika Kota, Pemkot Larang Lapak Penukaran Uang Musiman di Ruang Publik Samarinda
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah atas dedikasi mereka dalam menyelenggarakan kegiatan yang menyeimbangkan nilai keagamaan dan kebangsaan.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai religius sangat krusial dalam membentuk keteguhan moral pelajar di tengah dinamika kehidupan saat ini.
“Di bulan Ramadan ini, siapa yang membaca Al-Qur’an akan Allah mudahkan, dan siapa yang mempelajarinya akan dilancarkan jalannya,” ujar Saefuddin di hadapan ratusan siswa.
Ia menambahkan bahwa membaca dan mempelajari Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dalam mempermudah segala urusan serta membangun karakter yang tangguh.
Baca juga: Geliat 150 Stan Kuliner di GOR Segiri, Jadi Pusat Ekonomi Kerakyatan Samarinda Selama Ramadan
Selain aspek spiritual, Saefuddin juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya menginternalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai landasan bernegara.
Ia menegaskan bahwa kunci utama untuk menghadapi tantangan masa depan adalah adanya keseimbangan yang kokoh antara iman, ilmu pengetahuan, dan jiwa kebangsaan.
Di sela-sela arahannya, Wawali juga mencairkan suasana dengan mengajak para siswa berinteraksi melalui kuis berhadiah yang disambut dengan antusiasme tinggi, sekaligus menandai berakhirnya kegiatan Pesantren Ramadan tersebut dengan penuh semangat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Samarinda