Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 APRIL 2026 • 05:00 WIB

Indonesia Incar Posisi Pengembang AI Lewat Kerja Sama RI-Korea

Indonesia Incar Posisi Pengembang AI Lewat Kerja Sama RI-KoreaPenandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. (Foto: Kemenkomdigi RI)
KALTIM -
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan ambisinya untuk membawa talenta muda tanah air naik kelas ke level global.

Melalui kerja sama strategis dengan Republik Korea, Indonesia menargetkan transformasi besar: mengubah posisi masyarakat dari sekadar konsumen atau pengguna, menjadi pengembang (developer) teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang mumpuni.

Kesepakatan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, bersama Kementerian Sains dan TIK Republik Korea di Seoul, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Kominfo Bontang Gencarkan Literasi Digital dan Pengawasan Internet di Tengah Sosialisasi SiLatik

Membangun Ekosistem Kreator AI

Menteri Meutya Hafid menekankan bahwa penguasaan teknologi maju seperti AI adalah kunci kedaulatan digital masa depan.

Kerja sama selama lima tahun ini akan diisi dengan program pelatihan intensif, beasiswa, hingga pertukaran tenaga ahli guna mentransfer ilmu pengetahuan dari Korea yang merupakan salah satu raksasa teknologi dunia.

"Talenta digital menjadi kunci. Kami ingin lebih banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna. Kami ingin mereka menjadi arsitek di balik solusi-solusi digital masa depan,” tegas Meutya.

Baca juga: Setara Guru Amerika dan Jepang, 200 Pendidik di Bontang Ikuti Pelatihan AI Berstandar Internasional

AI yang Menjawab Tantangan Lokal

Visi menjadi pengembang ini tidak hanya berhenti pada teknis pengodean, tetapi diarahkan untuk menciptakan solusi bagi sektor-sektor strategis nasional seperti pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Meutya menjelaskan bahwa teknologi AI yang dikembangkan nantinya harus mampu membantu guru dalam metode pengajaran, mempercepat diagnosis bagi tenaga kesehatan, hingga menjadi alat bantu bagi petani dalam mengambil keputusan berbasis data yang akurat.

Baca juga: 18 Bunda Literasi Bontang Resmi Dilantik, Diarahkan Hadapi Tantangan Era AI

Dukungan Infrastruktur dan Keamanan Data

Guna mendukung peran anak muda sebagai pengembang, kerja sama ini juga mencakup:

  1. Pemanfaatan Infrastruktur: Akses terhadap komputasi berperforma tinggi untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi dalam negeri.
  2. Keamanan Data: Penguatan sistem perlindungan agar data yang dikelola dalam pengembangan aplikasi digital tetap aman dari kebocoran.
  3. Ekosistem Startup: Membuka peluang bagi pelaku usaha digital lokal untuk berkolaborasi langsung dengan sektor swasta di Korea.

Monitoring Melalui Komite Bersama

Untuk memastikan target "mencetak pengembang" ini berjalan terarah, kedua negara sepakat membentuk komite bersama.

Komite ini akan memantau setiap program konkret yang dijalankan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, mulai dari internet yang lebih stabil hingga layanan publik yang lebih cerdas.

"Kami ingin masyarakat merasakan langsung hasilnya. Internet harus lebih stabil untuk bekerja, data pribadi aman, dan yang terpenting, anak muda kita punya keahlian untuk membangun teknologi itu sendiri," pungkas Meutya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenkomdigi RI

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Indonesia Incar Posisi Pengembang AI Lewat Kerja Sama RI-Korea

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!