Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 APRIL 2026 • 18:52 WIB

Cegah Putus Kuliah, Program Gratispol Bebaskan UKT 1.300 Mahasiswa UINSI Samarinda

Cegah Putus Kuliah, Program Gratispol Bebaskan UKT 1.300 Mahasiswa UINSI SamarindaDiskusi hangat antara Aliansi Dewan Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kalimantan dengan Pemerintah Provinsi (Kanan). (Foto: Humas Pemprov Kaltim)
KALTIM -
Program bantuan biaya pendidikan melalui skema Gratispol terbukti memberikan dampak nyata dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa di Kalimantan Timur.

Di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, sebanyak 1.300 mahasiswa kini bernapas lega setelah menerima manfaat pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kehadiran program ini dinilai menjadi solusi konkret bagi keluarga mahasiswa yang kesulitan secara ekonomi agar tetap bisa menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya semesteran.

Baca juga: Mahasiswa Kaltim Tak Perlu Cemas, Pemprov Pastikan Anggaran Gratispol Aman dan Melimpah

Kekhawatiran Mahasiswa Baru Terhadap Keberlanjutan Studi

Dalam sebuah diskusi hangat antara Aliansi Dewan Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kalimantan dengan Pemerintah Provinsi, terungkap bahwa bantuan ini menjadi tumpuan harapan bagi banyak siswa.

Perwakilan Tim Gratispol UINSI Samarinda, Raihan, mengungkapkan bahwa survei di lapangan menunjukkan tingginya ketergantungan mahasiswa terhadap bantuan tersebut.

"Mahasiswa baru yang menerima manfaat khawatir putus kuliah jika tidak lagi mendapatkan bantuan UKT,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi kepada Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.

Baca juga: Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci, 877 Penjaga Rumah Ibadah di Kaltim Berangkat Lewat Gratispol

Usulan Evaluasi dan Tambahan Biaya Hidup

Meskipun dinilai berjalan efektif, kalangan mahasiswa tetap memberikan masukan kritis agar program Gratispol semakin optimal dan tepat sasaran.

Raihan mengusulkan agar pemerintah mulai melirik pemberian dukungan biaya hidup (living cost) bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu, mengingat beban biaya harian dan kos di Samarinda mencapai angka Rp 3,3 juta per bulan.

Evaluasi ini dianggap penting agar mahasiswa tidak hanya bebas biaya kuliah, tetapi juga memiliki ketenangan dalam memenuhi kebutuhan pokok selama masa studi.

Baca juga: Simak Cara Daftar Beasiswa Daerah Kaltim Melalui Program Gratispol

Target Ambisius Pemerintah Provinsi di Tahun 2026

Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, merespons positif apresiasi dan masukan yang diberikan oleh para pengurus Dewan Mahasiswa tersebut.

Ia menegaskan bahwa komitmen Pemprov Kaltim dalam mencetak SDM unggul tidak akan kendur, bahkan jumlah penerima manfaat akan ditingkatkan secara signifikan tahun ini.

“Tahun ini kita akan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi 159.000 mahasiswa,” jelas Seno Aji.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemprov Kaltim

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cegah Putus Kuliah, Program Gratispol Bebaskan UKT 1.300 Mahasiswa UINSI Samarinda

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!