Minggu, 23 NOVEMBER 2025 • 13:36 WIB

12 Rusa Sambar Dilepasliarkan di Nusantara, IKN Resmi Luncurkan Program Eco-Edu Forest

Author

Dilaksanakan di Wanagama IKN, Nusantara, pelepasliaran rusa sambar dan peluncuran program eco-edu forest menandai bukti komitmen multi-stakeholder dalam pembangunan IKN menjadi kota hutan yang berkelanjutan. (Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara)
KALTIM -
Komitmen Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk membangun sebuah forest city atau kota hutan berkelas dunia kian ditegaskan.

Sebanyak 12 ekor rusa sambar (Cervus unicolor) dilepasliarkan ke kawasan hutan Nusantara pada Kamis (20/11/2025), menandai peluncuran resmi program Eco-Edu Forest di Wanagama IKN.

Agenda strategis ini merupakan kolaborasi kuat antara Otorita IKN, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kerjasama ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pembangunan yang selaras dengan konservasi alam.

Kegiatan dibuka dengan tarian khas Kalimantan oleh siswa SMK Negeri 1 Balikpapan (sekolah binaan PAMA), dilanjutkan dengan pelepasan rusa sambar dan penanaman pohon spesies native Kalimantan.

Baca juga: Bukan Pengalihan Isu! Otorita IKN Bongkar Tambang Ilegal di Tahura, Komitmen Jaga Konservasi

Rusa sambar dipilih karena dikenal sebagai satwa asli Kalimantan.

Dengan karakteristik tubuh besar, warna cokelat gelap, dan kemampuan adaptasi tinggi terhadap hutan hujan tropis, satwa ini dinilai tepat untuk dikembangkan kembali populasinya di kawasan IKN.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi ini sebagai tonggak penting.

Ia optimistis, dengan dukungan PAMA, UGM, dan Kemenhut, kawasan IKN di masa depan akan berkembang menjadi destinasi ekowisata, serupa dengan Wanagama Gunungkidul.

"Hal yang paling membuat saya bahagia hari ini, kami mendapatkan dukungan penuh dari PAMA, UGM, dan Kementerian Kehutanan dalam program eco-edu forest,” jelas Basuki.

Baca juga: Resmi! IKN Bakal Punya Taksi Terbang, Otorita Prioritaskan Jaringan EV Dulu Sebelum Sky Taxi

Senada, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut RI, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa Kemenhut telah melakukan berbagai langkah pendukung, termasuk pemetaan areal bernilai konservasi tinggi, pemetaan koridor satwa, dan menyediakan wildlife rescue unit khusus untuk resor IKN.

Program Eco-Edu Forest menjadi manifestasi komitmen bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam memulihkan hutan hujan tropis dan melindungi satwa endemik.

Direktur PT PAMA, Abdul Nasir Maksum, menyampaikan bahwa keikutsertaan PAMA menunjukkan komitmen perusahaan kontraktor pertambangan dalam kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, menjanjikan program ini akan dijalankan secara berkelanjutan, khususnya di bidang penelitian dan konservasi.

“Universitas Gadjah Mada selalu membuka pintu kerja sama dan kolaborasi, apalagi mendukung program yang ada di IKN menjadi lebih baik. Harapannya, dapat membangun kolaborasi dalam kapasitas riset, baik nasional maupun internasional, untuk mendukung forest city di Nusantara,” tutup Arief.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU