Sky taxi, yang sebelumnya pernah diuji coba di Samarinda beberapa waktu lalu. (Foto: Dokumentasi OIKN via Radarbontang.com)
KALTIM - Rencana penerapan sky taxi atau taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan bukan sekadar wacana, melainkan proyek jangka panjang yang tetap dipertahankan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membenarkan bahwa IKN akan memiliki transportasi canggih tersebut, namun implementasinya belum menjadi prioritas mendesak saat ini, dan kemungkinan baru akan terealisasi sekitar tahun 2045.
Menurut Basuki, Otorita IKN harus bijak dalam memprioritaskan pembangunan.
Meskipun ide taksi terbang (OPPAV) sangat penting untuk masa depan kota pintar, kebutuhannya saat ini masih tertinggal dibanding infrastruktur transportasi darat yang fundamental.
"Menurut saya yang terpenting ultimate goal-nya. Jadi kita harus membedakan antara yang penting dan yang urgen. Itu penting, tapi belum urgen sekarang, menurut saya. Jadi yang penting sekarang dan urgen adalah transportation dari office dan hunian, serta smart city-nya,” ujar Basuki seperti yang dikutip pada radarbontang.com.
Basuki menegaskan bahwa fokus utama yang mendesak saat ini adalah membangun sistem transportasi darat yang cerdas dan berkelanjutan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Hal ini termasuk menghubungkan area perkantoran, hunian Aparatur Sipil Negara (ASN), dan fasilitas utama lainnya.
Sebagai langkah konkret menuju transportasi futuristik, OIKN akan segera mengalihkan seluruh kendaraan operasionalnya ke Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/EV) mulai tahun 2026.
Baca juga: Wujudkan Forest City, Otorita IKN Tanam 600 Pohon Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
“Kami mulai dari OIKN. Tahun depan, kami di IKN sudah harus pakai EV, kecuali untuk kendaraan jasa konstruksi. Kalau untuk pembangunan belum bisa,” katanya.
Soal rencana sky taxi, yang sebelumnya pernah diuji coba di Samarinda, Basuki menyebutnya masih dalam tahap perencanaan jangka panjang.
Ia menekankan bahwa IKN ingin menunggu perkembangan teknologi taksi terbang yang lebih matang dan efisien.
“Mobil aja belum ada, mau naik taksi terbang. Jadi belum urgen sekarang, menurut saya. Dan itu teknologinya pasti nanti masih berkembang terus. Nanti teknologinya pasti lebih baik daripada temuan teknologi yang sekarang,” jelasnya.
Mengutip dari laporan radarbontang.com, Basuki tidak menutup kemungkinan adanya uji coba di masa depan, tetapi waktunya masih lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Radarbontang.com