Bongkar Skandal Impor di Balikpapan, Prabowo Sentil Orang Pintar yang Serakah di Tubuh Pertamina
KALTIM - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka membongkar praktik tidak sehat yang selama ini menggerogoti sektor energi nasional.
Dalam pidatonya yang lugas saat peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan, Senin (12/1/2026), Kepala Negara menyentil keterlibatan "orang-orang pintar yang serakah" di internal Pertamina dan ESDM yang memperkaya diri di atas penderitaan rakyat.
Presiden mengaku geram karena kekayaan energi Indonesia justru dijadikan ladang permainan oleh oknum-oknum tertentu.
Ia menyoroti adanya pihak-pihak yang sengaja mengatur kebijakan impor energi hanya demi mendapatkan keuntungan pribadi melalui manipulasi harga.
"Ada pihak-pihak, orang-orang Indonesia yang pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga, dan dia kutip sehingga ada segelintir orang yang kaya di atas penderitaan rakyat,” tegas Prabowo dengan nada bicara yang penuh penekanan.
Baca juga: Kabar November dari Pertamina: Hanya Jenis Diesel yang Naik, Ini Rincian Harga BBM di Kaltim
Padahal, menurut Presiden, Pertamina adalah aset raksasa yang masuk dalam daftar Fortune 500 dengan nilai mencapai 100 miliar dolar AS.
Sangat ironis jika perusahaan sebesar ini masih menjadi ruang bagi mismanagement dan permainan mafia migas.
Sebagai jawaban atas kegelisahan publik, Presiden Prabowo telah menunjuk Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama Pertamina.
Penunjukan ini membawa mandat khusus: membersihkan "karat-karat" korupsi di internal perusahaan.
“Saya angkat saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak muda dan saya beri tugas, jangan korupsi! Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini!” pesan Presiden langsung di hadapan direksi baru.
Menyadari kuatnya godaan di industri energi, Presiden Prabowo memberikan wewenang penuh kepada Simon Aloysius untuk melakukan tindakan ekstrim guna menata ulang integritas perusahaan.
Presiden meminta direksi tidak ragu untuk melakukan pemutusan hubungan kerja bagi mereka yang terbukti bermasalah.
“Godaan akan banyak, tapi saudara harus teguh. Saya kasih wewenang seluas-luasnya. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu! Demi bangsa dan rakyat, harus tegas,” instruksinya.
Di akhir pidatonya, Presiden menekankan bahwa pengakuan akan adanya "permainan" ini adalah langkah awal menuju perbaikan total.
Ia berjanji akan mengembalikan fungsi Pertamina sebagai pengelola kekayaan alam yang sepenuhnya berpihak pada kepentingan publik.
“Mari kita hasilkan untuk rakyat kita, pemerintahan yang bersih,” tutup Presiden Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber