KALTIM - Kesan kumuh dan bau yang selama ini melekat pada sampah rumah tangga perlahan mulai terkikis di Kota Samarinda.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. H. Andi Harun dan Wakil Wali Kota H. Saefuddin Zuhri sukses mentransformasi limbah domestic menjadi sarana beramal melalui program inovatif "Sedekah Sampah".
Melalui gerakan ini, sampah yang telah dipilah oleh warga tidak lagi berakhir sia-sia di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan dikonversi menjadi bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Eka Noor Wahidhah, menyampaikan bahwa program Sedekah Sampah merupakan implementasi nyata dari tema Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, yaitu 'Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)'.
Kegiatan dipusatkan di Halaman Masjid Islamic Center pada Selasa (31/3/2026), menegaskan pentingnya sinergi antara nilai keagamaan, kepedulian lingkungan, dan partisipasi aktif masyarakat.
Baca juga: Bukan Mimpi Lagi! SMAN 10 Samarinda Buka Akses Kuliah Luar Negeri Lewat Pendampingan Unpad
“Kita ingin mengajarkan masyarakat untuk membudayakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah yang telah dipilah kemudian dijual, dan hasilnya disalurkan kepada panti asuhan serta masyarakat yang membutuhkan,” jelas Eka.
Eka menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial hanya oleh pemerintah.
Peran masyarakat sebagai penghasil sampah di tingkat rumah tangga sangat krusial untuk menekan volume sampah yang diangkut ke TPA.
“Melalui pemilahan, sampah yang dulunya beban kini berdampak ekonomi dan sosial. Ini bagian dari ajakan agar warga lebih peduli,” tambahnya.
Gerakan Sedekah Sampah ini tercatat telah dilaksanakan secara konsisten sejak tahun 2020 hingga 2023, dan kembali digelorakan pada tahun 2025 dan 2026.
Pemkot Samarinda berharap gerakan ini menjadi langkah konkret menuju budaya pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan di Kota Tepian.
Melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Samarinda optimistis dapat menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, sekaligus meningkatkan kepedulian sosial antarwarga.
"Harapan kami, partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menjadi langkah maju dalam pengelolaan sampah di Kota Samarinda,” pungkas Eka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Samarinda