KALTIM - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara terbuka mengakui bahwa dirinya kini lebih mawas diri saat berhadapan dengan awak media.
Langkah ini diambil setelah beberapa pernyataannya di muka publik dinilai keliru atau blunder, yang berujung pada banyaknya hujatan dari masyarakat di media sosial.
Baca juga: Siap-Siap! Tampilan Media Sosial Pemerintah Balikpapan Bakal Berubah Total, Ada Apa?
Kekhawatiran di Internal Pemprov
Dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Atlet, Kompleks GOR Kadrie Oening, Rudy mengungkapkan bahwa jajaran di internal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sempat merasa khawatir setiap kali dirinya memberikan pernyataan langsung secara spontan.
“Makanya teman-teman di Pemprov itu takut kalau saya itu ngomong, blunder,” ujar Rudy Mas’ud.
Kekhawatiran ini sempat memicu perubahan strategi komunikasi, di mana tugas penyampaian informasi publik sempat dialihkan kepada Sekprov Kaltim dan Kepala Diskominfo Kaltim.
Rudy menyebut, anak buahnya bahkan pernah meminta agar mereka saja yang berkomunikasi ke publik demi menghindari risiko kesalahan ucap.
Ia juga mengakui adanya tantangan di dalam struktur pemerintahan, di mana tidak ada staf atau anak buah yang berani menegur atau mengoreksi pimpinannya secara langsung saat terjadi kesalahan di lapangan.
Baca juga: Diskominfo Kaltim Tantang Media Arus Utama Rebut Kembali Kepercayaan Publik
Harapan kepada Insan Pers
Meskipun menegaskan tidak akan membatasi awak media untuk melakukan wawancara cegat (doorstop), Rudy menyampaikan pesan khusus terkait etika pemberitaan.
Ia berharap agar media tidak menyoroti atau membesarkan poin-poin kesalahan verbal yang ia lakukan.
Menurutnya, sorotan tajam terhadap kesalahan ucap tersebut sering kali membuat dirinya dipandang miring oleh publik, terlepas dari substansi yang ingin disampaikan.
Ia meminta agar media lebih mengedepankan ruang perbaikan daripada sekadar memberitakan kekeliruan tersebut.
“Jadi kalau salah, bisa diperbaiki,” pungkas Rudy saat meminta pemahaman dari awak media agar berita yang muncul tidak memicu opini negatif yang berlebihan di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Langsung