Rabu, 13 MEI 2026 • 21:20 WIB

Ongkos Rp290 Ribu Melayang, Driver Ojol Asal Samarinda Jadi Korban Penipuan Penumpang di Kota Bontang

Author

Unggahan di akun media sosial "Berita Terkini Samarinda". (Foto: Tangkapan Layar)
KALTIM -
Seorang pengemudi ojek online asal Samarinda harus menelan pil pahit setelah menjadi korban penipuan oleh penumpangnya sendiri.

Insiden yang merugikan pengemudi tersebut terjadi saat ia menyelesaikan pesanan antar kota menuju Bontang.

Baca juga: Cegah Penipuan Travel, Mukhlis Hasan Minta Calon Jemaah Kaltim Cek Izin Kemenhaj

Kronologi Perjalanan Jarak Jauh

Kisah ini bermula saat pengemudi ojol tersebut menerima pesanan melalui aplikasi Maxim untuk rute Samarinda-Bontang.

Berdasarkan data aplikasi, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan tarif sebesar Rp290 ribu.

Sang pengemudi mengantarkan penumpang tersebut tanpa menaruh rasa curiga karena selama perjalanan tidak ada kendala yang berarti.

Baca juga: Jeratan Utang Pinjol Rp38 Juta Akibat Penipuan Identitas, Korban Minta LSAE Bertanggung Jawab Secara Materiil

Modus Penipuan di Tempat Ibadah

Setibanya di tujuan, yakni Kota Bontang, penumpang tersebut meminta pengemudi untuk menepi di sebuah masjid dengan alasan ingin melaksanakan salat zuhur.

Sementara pengemudi menunggu dengan sabar di teras masjid, ia tidak menyadari bahwa itu hanyalah akal-akalan penumpangnya.

Setelah menunggu cukup lama, pengemudi mulai merasa curiga dan memutuskan untuk memeriksa ke dalam masjid.

Namun, ia terkejut saat mendapati ruangan masjid sudah kosong dan penumpangnya telah melarikan diri tanpa jejak.

Baca juga: Buru DPO Penipuan Bisnis Walet Rp5 Miliar di Samarinda, Korban Desak Polisi Segera Tangkap Tersangka

Kerugian dan Imbauan bagi Driver

Hingga penumpang tersebut menghilang, sang pengemudi sama sekali belum menerima pembayaran atas jasanya.

Curhatan pilu pengemudi ini kemudian diunggah di akun media sosial "Berita Terkini Samarinda" dan mendapat banyak dukungan dari netizen.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para pengemudi ojek online agar lebih mawas diri saat menerima order jarak jauh.

Banyak pihak menyarankan agar pengemudi memastikan pembayaran dilakukan di awal perjalanan guna menghindari potensi penipuan dengan modus serupa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU