KALTIM - Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat sinergi dengan dunia akademik guna merumuskan kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Langkah ini ditegaskan saat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, menggelar audiensi bersama jajaran Program Doktor (S3) Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Mulawarman (Unmul) pada Jumat (15/5/2026) lalu.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat di Rumah Makan Gudeg Bu Rahman tersebut secara khusus membedah hasil praktikum kunjungan lapangan dan studi industri yang telah diselesaikan oleh para mahasiswa program doktor.
Adapun fokus riset dan observasi lapangan mereka secara spesifik menyasar pada area operasional industri PT Badak LNG serta kawasan ekosistem mangrove di Kota Taman.
Baca juga: DLH Kaltim Gandeng Unmul, Racik Strategi Tekan Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Sektor Sampah
Komparasi Industri Ekstraktif dan Ketahanan Ekologi
Rangkaian kegiatan observasi mendalam oleh para akademisi Unmul ini didesain untuk memetakan secara langsung bagaimana pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah pesisir dan keberlanjutan sektor industri manufaktur berjalan beriringan.
Kajian ini dinilai krusial sebagai instrumen mitigasi isu ketahanan lingkungan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global menuju tahun 2030.
Dalam audiensi tersebut, delegasi pascasarjana memaparkan temuan ilmiah mereka mengenai dinamika lingkungan Bontang.
Pertemuan ini juga berfungsi sebagai ruang diskusi strategis untuk menyelaraskan visi tripartit antara pemerintah daerah, pelaku industri seperti PT Badak LNG, dan perguruan tinggi demi mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Sejumlah rekomendasi ilmiah berbasis data turut disodorkan kepada Pemkot Bontang, dengan fokus utama pada penguatan ketahanan ekologi kota melalui restorasi mangrove terpadu serta standarisasi pengembangan industri manufaktur yang ramah lingkungan.
Baca juga: Benarkah Rujab Kosong 10 Tahun? Pengamat Unmul Minta Bukti Nyata di Balik Anggaran 25M
Kolaborasi Tripartit demi Masa Depan Ekologi Kota
Merespons paparan tersebut, Pj Sekda Bontang Akhmad Suharto memberikan apresiasi tinggi dan menyambut baik masukan serta rekomendasi akademik yang disampaikan.
Menurutnya, pemikiran dari institusi pendidikan tinggi sangat dibutuhkan sebagai kompas penunjuk arah kebijakan struktural di daerah.
"Kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, dunia industri, dan perguruan tinggi menjadi langkah krusial dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan di Kota Bontang," ujar Akhmad Suharto.
Pemerintah daerah berharap hasil kajian ilmiah mengenai tata kelola mangrove dan ketahanan iklim ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan dapat ditransformasikan menjadi referensi otentik dalam penyusunan regulasi perlindungan lingkungan hidup di Kota Bontang di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PPID Kota Bontang