UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. (Foto: uinsi.ac.id)
KALTIM - Sebuah temuan menarik dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui laporan Statistik Indonesia: Statistical Yearbook of Indonesia 2025 menempatkan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai pemimpin nasional dalam jumlah perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Dengan total 185 kampus Kemenag per tahun 2024, Kaltim secara signifikan mengungguli provinsi lain, termasuk pusat populasi seperti Jawa Timur dan Aceh.
Dominasi ini mencerminkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat Kalimantan, khususnya Kaltim, terhadap pendidikan berbasis keagamaan dan teologi.
Data BPS menunjukkan bahwa Kaltim berhasil mengamankan posisi teratas, jauh melampaui provinsi-provinsi lain dalam daftar 10 besar.
Baca juga: Heboh Korupsi Rp 1,5 Miliar Asrama Haji, Ini Klarifikasi Kemenag Kaltim Soal Status Kewenangan
Angka 185 kampus Kemenag ini bahkan jauh di atas Jawa Timur (30 kampus) dan Bali (49 kampus).
Posisi kedua ditempati oleh tetangganya, Kalimantan Barat, dengan 172 kampus.
Kehadiran empat provinsi di Kalimantan (Kaltim, Kalbar, Kalsel, Kaltara) di jajaran atas daftar ini menegaskan bahwa pulau ini telah menjadi pusat tumbuh bagi pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.
Kepemimpinan Kaltim dalam pendidikan Kemenag berbanding terbalik dengan sebaran perguruan tinggi umum (Kemendiktisaintek).
Baca juga: Kemenag Kaltim Gandeng Media, Perkuat Komunikasi Terbuka dan Moderasi Beragama di Era Digital
Dalam kategori ini, Kaltim tertinggal jauh, di mana Jawa Barat (367 kampus), Jawa Timur (344 kampus), dan Jakarta (250 kampus) menjadi pusatnya.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa Kaltim secara strategis telah menjadi lokasi pilihan utama bagi pengembangan lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada studi Islam, teologi, dan disiplin keagamaan lainnya.
Faktor ini kemungkinan didorong oleh kebijakan regional, kebutuhan pasar tenaga kerja keagamaan lokal, dan kuatnya tradisi komunitas Islam di wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber