Ilustrasi layanan darurat 112 di Kota Balikpapan. (Foto: Angnaont/shutterstock.com)
KALTIM - Integritas layanan darurat 112 di Kota Balikpapan kini tengah diuji oleh perilaku tidak bertanggung jawab sebagian oknum warga.
Alih-alih menjadi garda terdepan penyelamatan, saluran ini justru terus-menerus dibombardir oleh fenomena silent call atau telepon tanpa suara yang sangat mengganggu operasional petugas di lapangan.
Kondisi ini terungkap setelah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan melakukan evaluasi terhadap trafik panggilan yang masuk.
Hasilnya sangat mengejutkan karena lebih dari separuh panggilan yang diterima operator setiap harinya bukanlah laporan darurat yang nyata.
Baca juga: Geger! Sudah Menetap 70 Tahun di Tanah Sendiri, Kakak-Beradik di Balikpapan Malah Diseret ke Polisi
Perilaku ini dinilai sangat berbahaya karena dapat menutup akses bagi warga lain yang sedang berada dalam kondisi hidup dan mati.
Kepala Diskominfo Balikpapan, Erriansyah Haryono, mengungkapkan bahwa sebagian besar penelepon masuk ke sistem tanpa memberikan informasi apa pun yang jelas.
"Sebagian hanya menyapa lalu diam, ada juga yang langsung memutus sambungan. Panggilan yang benar-benar berisi laporan kejadian nyata hanya sekitar 40 persen,” kata Erriansyah, Sabtu (7/2/2026).
Padahal, efisiensi layanan 112 telah dirancang sedemikian rupa untuk menjadi jalur cepat komunikasi warga dengan pemerintah.
Berbagai laporan penting mulai dari musibah banjir, pohon tumbang, pemadaman listrik, hingga evakuasi hewan liar seperti ular, seharusnya bisa ditangani dalam hitungan menit berkat sistem koordinasi langsung dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Baca juga: Inilah Mitos Hantu Kelaparan yang Menghantui Jalur Samarinda - Balikpapan
Sistem ini memiliki peran vital untuk menghilangkan sekat birokrasi yang kaku sehingga kehadiran petugas di lokasi bencana bisa lebih cepat.
Mengenai mekanisme tersebut, Erriansyah menjelaskan bahwa timnya bekerja dengan prinsip kegawatdaruratan yang tinggi.
"Begitu laporan diterima, langsung kami teruskan ke OPD yang berwenang. Prinsipnya adalah mempercepat kehadiran pemerintah saat masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Namun, efektivitas sistem yang canggih ini tetap bergantung pada kedewasaan penggunanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber